TEGINENENG (24/1/2026) – DPRD Pesawaran, tampaknya, cuma “omong besar” mau menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, SPPG, Trimulyo, Tegineneng. Pemerintah Kabupaten pun, terutama bupatinya, seperti tidak peduli.
Hingga Minggu, 24 Januari 2026, SPPG di Trimulyo, Tegineneng, masih beroperasi. Sementara siswi dan keluarga yang memviralkannya masih sok.
Peristiwa bermula dari viralnya video kritikan seorang warga atas pengelolaan dapur MBG. Tidak terima atas tayangan itu, SPPG di Trimulyo, Tegineneng, menyetop makanan untuk kedua orang anaknya, yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Al-Falah.
Penyetopan MBG untuk kedua siswa madrasah itu diakui Dewi, mewakili SPPG Trimulyo, Tegineneng. Dengan lantang, ia mengatakan, pihaknya berhak memberikan sanksi bagi orang yang mengritik.
Saat DPRD Pesawaran berkunjung ke sekolah tempat anak tidak memproleh MBG dan Kantor SPPG, Trimulyo, Dewi kembali mengulangi pernyataannya, bahwa mereka berhak menyetop makanan bagi keluarga pelajar yang suka mengeritik.
Dialog pada Rabu, 21 Januari 2026, sempat membuat panas sejumlah pihak, termasuk Sekdes Trimulyo Nyoto Prayitno, dan sejumlah warga, yang ikut dalam rombongan.
DPRD Pesawaran pun akhirnya memutuskan untuk menyetop operasional SPPG Trimulyo, Tegineneng.
Usai kunjungan itu banyak dari warga Trimulyo yang bergembira. Namun karena SPPG tersebut tetap beroperasi, umumnya mereka menilai DPRD Pesawaran, terutama pimpinan rombongannya, M. Nasir, Cuma “omong besar.”
@lampungtelevisi.com
Информация по комментариям в разработке