Papa, Rayulah kembali Ibu
Papa Iyan, dengarlah bisikan hatiku,
Bawakan bunga indah untuk ibu yang ayu,
Kata manis pasti akan mengetuk pintu,
Hati ibu kan luluh, cinta kembali bersatu.
Aku Moana, permata di mata ibu,
Hanya aku yang paling ia rindu,
Segala kasih tercurah hanya untukku,
Tidakkah itu membuatmu bahagia selalu?
Papa, aku yakin cintamu dulu bukan sandiwara,
Rayulah kembali ibu dengan doa dan kata,
Satukan lagi hati yang pernah berbahagia,
Agar rumah kita penuh cahaya cinta.
Bunga mawar merah, melati putih berseri,
Berikan pada ibu, senyum pasti kembali,
Dengan kelembutan papa yang sejati,
Ibu pasti luluh, cinta takkan pergi.
Papa, love is true, not just a play,
Bring her flowers bright, don’t walk away,
Her heart will shine, the skies will stay,
Together forever, come what may.
Aku tahu, papa, cinta ibu tak pernah hilang,
Hanya tertutup kabut, menunggu terang,
Dengan rayuan lembut, hati jadi tenang,
Keluarga kembali, bahagia penuh sayang.
Papa, aku yakin cintamu dulu bukan sandiwara
Rayulah kembali ibu dengan doa dan kata,
Satukan lagi hati yang pernah berbahagia,
Agar rumah kita penuh cahaya cinta.
Papa Iyan, genggam tangan ibu tercinta,
Bisikkan janji setia, jangan lagi terluka,
Moana tersenyum, melihat cinta menyatu,
Rumah penuh doa, damai selalu.
Tidakkah indah bila kita bersama lagi?
Papa dan ibu, cinta takkan terganti,
Moana bahagia, bahagia abadi,
Cinta papa, satukan hati.
#riaricis #teukuryan #moana
Информация по комментариям в разработке