Lagu “Wantrouw di Tepi Laut” terinspirasi dari sejarah Benteng Wantrouw yang berada di Tomalehu Timur, Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.
Benteng ini dibangun pada masa VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada abad ke-17 ketika perdagangan cengkeh dan rempah-rempah menjadi pusat perhatian dunia.
Kini yang tersisa hanyalah dinding batu tua yang berdiri menghadap laut, namun kisahnya masih hidup dalam ingatan masyarakat Maluku.
Melalui musik bergaya Country, Folk, dan Pop modern, lagu ini mencoba menghadirkan kembali suasana masa lalu: angin laut, kapal-kapal dagang, serta perjalanan sejarah yang pernah terjadi di Pulau Manipa.
🎵 Lagu ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sejarah dan budaya Maluku kepada generasi sekarang dan kepada penonton dunia.
📍 Lokasi sejarah:
Benteng Wantrouw – Tomalehu Timur
Pulau Manipa, Seram Bagian Barat
Maluku – Indonesia
🎙️ Lyrics:
De golven bawa kabar lama,
kruidnagel layar ke negeri jauh,
di Manipa, batu berdiri,
Wantrouw verrees, bayang yang rapuh.
Achter de poort ukiran wajah,
suara orang dagang, senjata kling,
hati rakyat rasa susah,
tanah terbakar, rempah hilang.
O Wantrouw, dinding bisu,
getuige van bloed en janji yang lalu,
antara laut en hemel blauw,
kau simpan luka, gij simpan rindu.
Tahun bergulir, aarde beeft,
tembok retak, rumput naik,
tapi kisah tetap hidup,
van voorouders tot orang kini.
O Wantrouw, dinding bisu,
getuige van bloed en janji yang lalu,
antara laut en hemel blauw,
kau simpan luka, gij simpan rindu.
Angin malam, nachtwind zacht,
dari batu ke hati orang,
bewaar sejarah, jaga harapan,
Wantrouw hidup dalam ingatan.
Jika Anda menyukai konten tentang sejarah, budaya, dan musik inspiratif, jangan lupa untuk subscribe dan bagikan video ini.
#Wantrouw
#BentengWantrouw
#SejarahMaluku
#Manipa
#VOC
#SpiceIslands
#HistorySong
#CountryFolk
#MalukuHeritage
Информация по комментариям в разработке