Klepon Cetot (Sesilangan-Saling-Silang) is an amateur platform as a digital work study in one year from November 2021, which brings together cross-disciplinary youth, between 18-21 years old in East Java such as Surabaya-Banyuwangi-Kediri-Pamekasan- Probolinggo, with the achievement of the emergence of cadre in East Java, sees creative relationships that have not been read by large platforms organized by established institutions or those who have not been chosen by these platforms, or which we will read later. can generate new creativity in the future through this study. In any way; be it performative presentation, manuscript, cultural reconstruction, performance/performative, and essay making. This platform deliberately takes the role of 8 youths/groups who want to jointly conduct interdisciplinary studies and practice performing arts digitally; who hopes that by the end of classes in November 2022, three-week "thin" residency; to underdeveloped villages in Bangkalan in the context of the relationship between art and society. For example, they are faced with community activities on the beach catching fish, in a tofu factory that processes tofu dregs as fertilizer, at a public rice mill, village hall, and other public places that are used as survival products. This project focuses on the interest of performing arts that study the character, physique, abilities, and personal/group skills in responding to texts/scripts that are put back together in an attractive colorful environment during residency to see knowledge of survival in survival to support them. their respective families, togetherness, empathy, humanism, solidarity, and collectivity, as well as self-awareness as social beings, which will become social and cultural capital that is quite important for those who do residency for character growth in the future.
Presentation and discussion on November 24, 2021
Klepon Cetot (Sesilangan-Saling-Silang) adalah sebuah platform amatir sebagai studi karya digital dalam satu tahun sejak November 2021, yang menyatukan lintas disiplin pada usia remaja, antara 18-21 tahun di Jawa Timur seperti sebagaimana Surabaya-Banyuwangi-Kediri -Pamekasan-Probolinggo, dengan tercapainya munculnya kaderisasi di Jawa Timur, melihat relasi-relasi kreatif selama ini yang belum terbaca oleh platform-platform besar yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga mapan atau mereka yang tidak dipilih oleh platform-platform tersebut, atau yang sekiranya terbaca oleh kita nantinya bisa menghasilkan kreativitas baru di kemudian hari melalui kajian ini. Dengan cara apapun; baik itu presentasi performatif, manuskrip, rekonstruksi budaya, performance/performative, dan pembuatan esai. Platform ini sengaja mengambil peran 8 pemuda/kelompok yang ingin bersama-sama melakukan studi interdisipliner dan mempraktikkan seni pertunjukan secara digital; yang berharap bahwa pada akhir kelas pada bulan November 2022, residensi "tipis-tipis" tiga minggu; ke desa-desa tertinggal di Bangkalan dalam konteks hubungan seni dan masyarakat. Misalnya, mereka dihadapkan pada kegiatan masyarakat di pantai menangkap ikan, di pabrik tahu yang mengolah ampas tahu sebagai pupuk, di penggilingan padi umum, balai desa, dan tempat umum lainnya yang dijadikan produk kelangsungan hidup. Proyek ini berfokus pada minat karya seni pertunjukan yang mempelajari karakter, fisik, kemampuan, dan keterampilan pribadi/kelompok dalam menanggapi teks/naskah yang disatukan kembali dengan lingkungan penuh warna yang menarik selama residensi untuk melihat pengetahuan tentang kelangsungan hidup dalam bertahan untuk mendukung mereka. keluarga masing-masing, kebersamaan, empati, humanisme, solidaritas, dan kolektivitas, serta kesadaran diri sebagai makhluk sosial, yang akan menjadi modal sosial dan budaya yang cukup penting bagi mereka yang melakukan residensi untuk pertumbuhan karakter di masa depan.
“Los Bagados de Los Pencos karya Puntung CM. Pudjadi”, di internet banyak tertera
karya WS. Rendra
TEATER TIYANG ALIT (ITS Surabaya)
“Jejak”
FARIDA RACHMAWATI (Tari/ Koreografer, Kediri)
“Sonjo Ring Angkringan"
E.P. ALBATIRUNA (Sastra/ Teater, Banyuwangi)
“Dari Gandrung Terob”
LUSI SARI HERMAWATI
(Penari Gandrung Terob, Banyuwangi)
MUZAMMIL
(Pamekasan)
Pengulas/ Pembaca/ Kurator
SYAMSUL ARIFIN
(Performer, Wiraswasta, Sampang)
Presentasi dan diskusi pada 24 November 2021.
Информация по комментариям в разработке