Suami saya mabuk ketika pulang rumah. Saya sudah melarang dan dia berjanji tidak akan mengulangi lagi, namun saya tidak percaya dan tidak bisa meredakan amarah saya. Apa yang sebaiknya saya lakukan agar bisa meredam amarah saya?
-----------------------------------------------------------
0:00 Intro
0:35 Saya butuh doa Bapak supaya saya bisa pulih.
3:36 Sejak kecil, orang tua saya pilih kasih dan sewaktu jadi Kristen di usia remaja, selain dianiaya, saya suka dikutuki, disumpahi sama ibu saya. Dalam hal ini, karena saudara-saudara saya dimanjakan, efeknya pun hidupnya susah. Sedangkan, saya kerja keras mau kerja apa pun asalkan halal, namun hidup saya cukup. Di antara yang lain sampai sekarang saya selalu membantu orang tua. Akan tetapi, semakin hari jumlah nominal yang diminta kepada saya semakin tinggi hingga saya tolak karena tidak kuat kalau diikuti sama saya, apalagi takutnya uangnya lari ke kakak saya. Menurut saya tambah merusak kakak saya dan saya sama mereka kayak api dan air, maka lebih baik menjauhi mereka, tetap mendoakan mereka, hanya pantau dari jauh. Menurut Bapak bagaimana?
8:53 Apakah dengan menyudutkan orang adalah cara yang tepat dalam menegur kesalahan?
14:46 Anak saya sering bercerita kalau bermimpi tentang Tuhan Yesus dan kalau ditanya pasti jawabannya bermimpi tentang Tuhan Yesus. Dia pernah bilang mimpi memeluk Tuhan Yesus, memetik buah apel bersama Tuhan, berjalan-jalan di taman yang indah bersama Tuhan, bermain ikan bersama Tuhan, atau disayang Tuhan Yesus. Dia juga sering menggambar dia memeluk Tuhan Yesus. Dalam hal ini, apakah anak saya benar-benar bermimpi tentang Tuhan Yesus atau hanya imajinasinya saja?
20:15 Jika sudah bertemu dengan orang-orang atau teman-temannya, maka suami saya akan pulang dalam keadaan mabuk. Saya marah karena saya tidak suka sikapnya yang seperti itu. Bulan ini terulang kembali dia pulang dalam keadaan mabuk, padahal dia tahu saya tidak suka dengan sikapnya tersebut. Setelah insiden yang kedua, dia berjanji tidak akan mengulangi lagi, namun saya tidak percaya dan tidak mau meredakan amarah saya. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
24:33 Saya ingin anak saya dididik oleh Bapak, tapi saya tidak ada biaya melanjutkan dia sekolah dan anak saya mau lanjut. Apakah anak saya boleh bergabung Pak?
27:46 Saya anggota jemaat sejak dari La Monte tutup, lalu pindah ke Kelapa Gading. Saya mendengarkan ABAM dari awal (saya "download" dan dengarkan pakai "speaker" berulang ulang, kalau saya tidak kemana-mana, hanya di rumah). ABAM 60-70% diisi dengan perselingkuhan (sebagai pengerja atau jemaat biasa-biasa saja). Apakah berarti pengajaran kekristenan gagal, Pak Eras?
-----------------------------------------------------------
Shalom, saudara-saudari yang terkasih.
Bagi yang rindu bertanya, silahkan kirimkan pertanyaan anda ke:
WhatsApp: https://wa.me/628119935700
Dengan format: Jenis Kelamin_Usia_Status_Pekerjaan
------------------------------------------------------------
Follow akun sosial media kami untuk mengakses konten-konten lainnya:
Instagram: / erastus_sabdono
Facebook: / erastussabdono
Facebook: / gski.rehobot
Website: https://www.rehobot.org/
Suara Kebenaran: • Suara Kebenaran
Renungan Doa Pagi: • Плейлист
Ibadah Raya: • Sunday Service
WASKI: • WASKI
Anda Bertanya Alkitab Menjawab: • Anda Bertanya Alkitab Menjawab
The Warrior Project: • The Warrior Project
Doa Malam: • Doa Malam
Rehobot Music: • Плейлист
Program Khusus: • Program Khusus
Rehobot Kids: • Rehobot Kids
#meredamamarah #abam #erastussabdono
Информация по комментариям в разработке