Kode: CAA#74
Kategori: Primary B
Kitab: Perjanjian Lama
Judul: Elia Terangkat ke Surga
Tentang: Elia diangkat oleh Allah ke Surga dan Elisa menjadi pengganti Elia
Ayat Hafalan: Roma 6:23
Pesan: Anugerah hidup yang kekal itu anugerah Tuhan.
Cerita Alkitab Anak:
----------------------------------------------------
Halo adik-adik semuanya. Cerita alkitab anak-anak hari ini berjudul “Elia terangkat ke Surga”. Ayat hafalan cerita alkitab anak-anak kali ini terdapat di dalam Roma 6:23. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
"Tapi aku tidak mau tidur," kata David mengeluh kepada kakak perempuannya. "Kita semua perlu istirahat David," jawab Martha kakaknya. "Kita akan selalu begitu dalam hidup ini, tapi ketika kita masuk surga, kita tidak perlu istirahat seperti yang kita lakukan sekarang." "Bagaimana kakak tahu hal itu?" tanya David. “Hmm, biarkan kakak memberitahumu apa yang kakak baca di Alkitab tentang Elia dan Elisa supaya kamu bisa mengerti juga."
Tuhan memiliki rencana yang luar biasa untuk Elia. Tuhan ingin membawanya langsung ke surga tanpa harus mati terlebih dahulu. Ini adalah suatu kehormatan khusus yang hanya diberikan Tuhan kepada satu orang lainnya. Apakah adik-adik tahu siapa dia? Benar sekali, orang itu adalah Henokh. Nah sekarang, mari kita dengarkan cerita nabi Elia yang juga diangkat Tuhan ke surga. Elisa adalah asisten nabi Elia. Elisa tahu bahwa sebentar lagi nabi Elia akan mengakhiri pekerjaannya dan waktunya telah tiba bagi Elisa untuk melanjutkan pekerjaan itu.
Banyak nabi yang bekerja dengan mereka juga tahu bahwa Elia akan segera meninggalkan mereka. Suara Tuhan telah memberi tahu mereka. Suatu hari, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal ke Betel, lalu ada serombongan nabi di Betel yang bertanya kepada Elisa, "Tahukah engkau Elia akan diangkat ke surga oleh Tuhan hari ini?" "Ya, aku juga tahu," kata Elisa menjawab mereka.
Pikiran akan kehilangan Nabi Elia membuat Elisa sedih. Dia mungkin sedikit gugup untuk mengambil alih pekerjaan pelayanan itu. Nabi Elia juga tahu bahwa dia akan segera meninggalkan Elisa, jadi dia memberikan ujian kepada asistennya itu. Pada setiap tempat yang mereka kunjungi, Elia memberi tahu Elisa, "Tinggallah di sini, aku harus melanjutkan perjalananku." Akan tetapi, Elisa selalu bersikeras untuk pergi juga. Dia tidak ingin membiarkan Elia lepas dari pandangannya. Dia ingin bersamanya sampai saat-saat terakhir. "Demi Tuhan yang hidup, dan demi hidupmu sendiri, Aku tidak akan meninggalkan engkau," kata Elisa.
Jadi mereka berdua terus berjalan. Tak lama kemudian, mereka sampai di Sungai Yordan. Elia melepas jubahnya, menggulungnya, dan memukulkannya ke atas air. Tahukah adik-adik apa yang terjadi? Air sungai Yordan terbelah dan kedua pria itu berjalan menyeberang di tanah kering. Sekarang, tiba saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal. “Mintalah apa yang bisa aku lakukan untukmu sebelum aku terangkat dari padamu,” kata Elia pada Elisa.
Elisa bisa saja meminta banyak hal. Dia bisa saja meminta uang. Dia juga bisa saja meminta untuk menjadi terkenal. Namun sebaliknya, dia meminta berkat khusus. "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu," Elisa menjawab. Dia tahu bahwa satu-satunya cara dia dapat melakukan pekerjaan panggilan dari Tuhan itu adalah dengan bantuan ekstra dari Tuhan. "Jika engkau dapat melihatku terangkat darimu, itu akan terjadi. Jika tidak, itu tidak akan terjadi," kata Elia. Kemudian mereka terus berjalan.
Tiba-tiba, datanglah kereta berapi dan kuda berapi muncul memisahkan Elia dan Elisa. Elia diangkat ke surga dalam angin badai. Elisa berteriak, “Bapaku, bapaku!” "Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Akan tetapi Elia telah pergi. Elisa merobek pakaiannya untuk menunjukkan kesedihannya karena kehilangan guru dan temannya. Kemudian, Elisa melihat jubah Elia jatuh. Dia mengambilnya, dan berjalan kembali ke Sungai Yordan. Elisa memukul air Sungai Yordan dengan jubah itu, seperti yang dilakukan Elia sebelumnya dan air Sungai Yordan kembali terbelah sehingga Elisa berjalan menyeberang di tanah yang kering.
Tuhan benar-benar telah memberikan Elisa karunia rohnya. Adik-adik yang dikasihi Tuhan, Tuhan juga ingin memberi kita hadiah yang baik. Hadiah terbaik dari Tuhan adalah hadiah yang dia berikan kepada Elia yaitu karunia kehidupan kekal selamanya, dan sama seperti Elisa, kita harus meminta kuasa Roh Kudus dari Tuhan dan tetap mengarahkan pandangan kita kepada Yesus seperti Elisa tetap mengarahkan pandangannya pada Elia. Kita juga harus percaya doa kita telah dijawab dan bertindak dalam iman. Kita harus percaya seperti yang dilakukan Elisa ketika dia memukul air Sungai Yordan itu dengan jubah Elia.
Информация по комментариям в разработке