"RITUS"
Produced by Auticed & Dirk
Composed & Arranged by Insan Kamil, Dirk, Aden Indra, Alwin Wistara, Adhi Prayoga
Lyric Written by Adhi Prayoga
Recorded by Toteng, Yoni
Recorded at Funhouse Studio Bandung
Mixed & Mastered by Winaldy Senna
Saxophone & Trumpet by Ghifar, Fahmi
Sampling by Fahmi Ocol
Video Visualizer by Dena R. Prabandara
AUTICED:
Adhi Prayoga (Vocal)
Insan Kamil (Guitar)
Alwin Wistara (Bass)
Aden Indra (Drum)
Terikat simpul mati tangan kaki, badan bergantung dan terbalik
Hanya tatap, sekam kering
Melafal Mantra suci penuh lirih, darah keringat menetes dari dahi
Mungkin mati menjelang pagi
Terdengar hentakan kaki, detak nafas, suara denting belati
Dekat, berlari mendekat, merangus sembarang keji
Ia menari seperti galli, merayakan seksa, tersenyum pipih
Soleil, memburat di sela gordyn, lekas santap sajian, sembari nyalakan, nyalakan martir api
Kunci terkunci, rantai melilit, terperangkap bayang hingga pagi menggigit
“ Ævinlig böl yfir yðr öllum, ó bölvaðar sálir! Blóð yðvar renni sem myrk á, ok bein yðvar brotni undir þunga synda yðvarra! ”
Bumi merah menyaksikan, api-nyala, mata mendelik dan, terucap lah, diriku takkan musnah
Melafal Mantra suci penuh lirih, darah keringat menetes dari dahi
Akan mati menuju pagi
Nafas sesak, sengap dan mati rasa
Tanah menelan darahku, tumbuh menjadi akar kebencian
Jilat bara, gerah merayap
Isak penuh tangis, malam takkan lepas dari derita
Sorai terngiang, jerit riang, riuh gemuruh
Binal menari menginjak abu dendam yang membisu
Sorak tawa perlahan, tubuh memudar jadi abu
Darah, bulan, basahi tanah, malam bisu, sisa kutukan berdesah
Информация по комментариям в разработке