Pulang Tanpa Topeng
by Lidiya Muthmainnah
Apa kabar hatimu kini? Masihkah kau simpan tangis sendiri? Jangan malu pada rasa yang singgah, air mata pun indah, jangan kau cegah...
Kita bukan batu yang tanpa rasa, kita hidup karena merasa, sejak awal nafas pertama, dengan hati yang diciptakan-Nya...
Jika hilang semua kata, menangislah di hadapan-Nya, tanpa ragu, malu dan dusta
Datanglah pada-Nya apa adanya...
Lepaskan topeng yang slalu kau pakai, tak perlu lagi kuat merangkai
Dia tempat bersandar jiwa, tempat pulang segala lara...
Spoken:
Tak harusnya rasa engkau ingkari, tak harusnya jua engkau lari, hidup ini bak taman permainan, kadang jatuh lalu bangkit perlahan, saat kau pahami rencana-Nya, ringan langkah walau kau terluka, tak perlu memaksa dunia, semua telah tertulis sempurna...
Rasa apapun yang hadir, bukan musuh untuk kau usir, ia pesan penuh hikmah yang Tuhan titipkan dengan indah, slama nafas masih ada, kasih-Nya tak akan pernah reda, dalam pelukan yang luas, kita slalu aman, kita lepas...
Tuhan, aku ingin bersandar, tanpa harus pura-pura tegar, jika doa ini tak cukup jelas, tercurahlah air mata yang lepas...
Tuhan, Engkau kasih yang tanpa batas, kita tak boleh mengambil jalan pintas
Tanpa topeng kita pulang... Di pelukan Tuhan, kita tenang...
#28Feb2026 #HUTKotaTangerangke33 #musikalisasipuisi @disbudpar_kota_tangerang @dinaspendidikankotatangerang @MPSM @dewankeseniankotatangerang @TangTV @sdn_tng1
Информация по комментариям в разработке