SABDA NAGARI NAGA PUSPA PATAKA VS JUBAH BATARA KRESNA - satria kekasih dewa 88
Jambu Nada sangat marah kepada Lokapala yang telah menggoda Ayu Wandira di depan para prajurit Majapahit. Dia juga marah karena Lokapala menawan Arya Kamandanu ayahnya. Akhirnya mereka berdua bertarung. Mari kita dengarkan ..
Audio latar:
YouTube Audio
Drifting at 432 Hz
#sandiwararadio #satriakekasihdewa #mahkotamayangkara #tuturtinular #aryakamandanu #jambunada #sakawuni #ayuwandira #aryadwipangga #meishin #dewitanjungbiru #nagapuspa #nagapuspakresna #gajahmada #gajahenggon #adytiawarman #tribuanatunggadewi #majapahit #satriakekasihdewa #kerajaan
"Mundurlah kalian" seru Lokapala pada Aditiawarman dan para prajuritnya.
Ternyata Lokapala itu tidak mau orang-orang di sekitar mereka terluka mendapat benturan dengan Jambu Nada. Tubuhnya bergetar, kakinya merenggang, dia telah menyiapkan Ajian Jubah Batara Kresna, Lokapala tidak mau melukai Jambu Nada karena itu dia hanya menerapkan Aji Jubah Batara Kresna untuk dapat menahan benturan. Saat berikutnya tubuh Jambu Nada bergulung-gulung di udara dengan balutan merah putih kebiruan, benturan keras tidak dapat terelakan, percikan api kebiruan menyembur ke udara, tubuh Jambu Nada terhentak kebelakang, namun dengan cepat dia mendaratkan kakinya ke tanah agar tidak terjatuh, pemuda itu berjongkok menahan sesak di dadanya.
Sementara itu Lokapala hanya mundur beberapa langkah, kakinya tetap merenggang seakan menghujam ke tanah. Wajah orang tua itu nampak meringis, namun itu hanya beberapa saat, kembali wajahnya tersenyum memandang Jambu Nada yang masih berjongkok.
"Percuma anak muda, benturan Ajian Batara Naga Puspa Kresna tidak akan berpengaruh besar padaku, rupanya kamu sudah jarang melatih Ajian itu" kata Lokapala dengan suara tenang.
Jambu Nada menggeram, namun dia tidak mau menyerah kembali dia menerapkan Ajian Batara Naga Puspa Kresna Mandana hingga ke puncak. Kembali tubuhnya melengking dengan balutan merah putih kebiruan mengarah ke tubuh Lokapala yang berdiri dengan kokoh. Namun kali ini Lokapala tidak hanya diam dan berdiri, tubuhnya pun meloncat menyusul arah tubuh Jambu Nada yang menggulung, tangan Jambu Nada mengembang mendaratkan tangannya tapi dia hanya mendaratkan ruangan kosong, begitu cepat tubuh Lokapala turun, kemudian terasa belakang Jambu Nada serasa mati rasa, darahnya tiba-tiba berhenti mengalir.
Berikutnya tubuh Jambu Nada melayang mendarat ke tanah, Jambu Nada segera duduk bersila memulihkan tenaganya. Suasana sekitarnya menjadi hening. Jambu Nada sangat cepat memulihkan tenaganya termasuk luka ringan akibat benturan tadi, berkat Batara Naga Puspa Kresna Mandini, tumbuhan yang mati pun bisa kembali hidup bila terkena paparan batara naga puspa kresna mandini. Namun bila batara naga puspa kresna mandini yang memiliki daya penyembuhan, juga memiliki daya penghancur yang tak kalah hebatnya dengan batara naga puspa kresna mandana.
Lokapala tersenyum, dia tidak ada niat membinasakan siapapun di situ, termasuk Jambu Nada. Dia tertarik dengan Jambu Nada terutama pada bakatnya. Tak mudah di usia dua puluh seperti Jambu Nada bisa menguasain Ilmu Nagari Naga Puspa Pataka yang dia ketahuin adalah ciptaan dari Kama Kanaka, pemimpin para panglima perang Prabu Kertanegara. Hubungan emosional dia dan Kama Kanaka sudah seperti kakak beradik. Dengan bantuan Kama Kanaka, dia bisa menyempurnakan ilmu-ilmu kanuragannya, salah satunya ilmu batara kresna ciptaan Resi Pranalewu. Jubah batara kresna salah satu bagian dari ilmu batara kresna yang sudah di sempurnakan berkat petunjuk Kama Kanaka.
“Auumm,”
Raungan keras dari mulut Jambu Nada menggema, pertanda kekuatan Naga Puspa telah di terapkannya kembali.
“Bagus, bagus anak muda, silakan!” seru Lokapala senang.
“Kau hanya bisa melompat, huh!” sahut Jambu Nada jengkel.
“Ha ha ha, kau mau aku menyerang kah?” tanya Lokapala tertawa.
“Kau tak berani menyerang ku!” jawab Jambu Nada dongkol karena dia tadi menyerang Lokapala namun Lokapala berkelit dan menyerangnya dari atas hingga dia harus terluka.
“Ha Ha Ha, sepertinya kau jarang bertarung anak muda. Kau terlalu percaya diri dengan batara naga puspa kresna mu. Menyerang lawan tanpa memikirkan pertahanan diri. Harusnya kau sadar, aku telah menunjukkan titik kelemahanmu. Mungkin kau pernah mengalahkan lawan dengan ajian batara naga puspa kresna mu dengan cara saling mengadu ajian, namun dalam pertarungan sesungguhnya, itu namanya bodoh. Ajian lawan tak harus di adu dengan ajian milik sendiri,
Информация по комментариям в разработке