Ikan Pesut Mati Karena Efek Sungai Mahakam Bangar
#infokalimantantimur #kaltim #mahakam #sungaimahakam #bangar #pesut
Fenomena Mahakam sepertinya membuat pesut ini mengapung. Hewan langka ini ditemukan sudah tidak bernyawa oleh pemancing Bapak Ame di muara badak.
Ikan Mahakam Mati Massal dan Jumping Conclusion
Banyak ikan mengambang, terjadi di Sungai Mahakam antara Kutai Kartanegara hingga Samarinda. Keramaian terjadi di pinggiran sungai, bukan hanya untuk memungut, menangguk melainkan juga diketemukan ada yang main setrum.
Fenomena ini kemudian semakin ramai karena pemberitaan di media massa dan juga aneka postingan di media sosial plus semua perdebatannya.
Ikan lemas, pingsan atau kemudian mati dalam jumlah besar di badan air pada kawasan dataran atau lahan basah di Kalimantan adalah fenomena. Sebuah kejadian yang lazim ditemui dan kemudian oleh masyarakat dinamai sebagai banyu bangai.
Gejala yang disebut dengan banyu bangai adalah terjadi perubahan warna air yang berbeda dari biasanya, peristiwanya terjadi pada pergantian musim, air menebarkan bau yang berbeda, jika disentuh bisa jadi menimbulkan rasa gatal dan lain sebagainya. Dan dalam persepsi masyarakat umum faktor penyebabnya adalah perubahan pada PH air. Sungai dimasuki oleh air dengan tingkat keasaman yang tinggi.
Semua itu adalah gejala yang bisa diamati atau dirasakan kecuali PH air.
Ikan mati, terutama ikan-ikan permukaan, karena kekurangan oksigen dan keracunan bahan polutan lainnya. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari suhu dan angin yang kemudian membalikkan massa air dari bawah yang minim oksigen dan mengandung banyak polutan kemudian naik ke permukaan.
Dalam kondisi ini ikan yang terisolasi {berada dalam lokasi budidaya entah keramba atau kolam} mempunyai resiko lebih tinggi untuk mati, karena tidak bisa bergerak bebas untuk mencari zona yang airnya lebih baik.
Bangai merujuk pada air maka disebut banyu bangai, kondisi dimana air menjadi buruk akibat pergantian musim {buruk bisa bermakna beracun}.
Air bangai biasanya terbentuk karena terperangkap/tergenang dalam ruang yang mempunyai kadar bahan organik tinggi {bisa juga polutan tau bahan pencemar lain yang tinggi}.
Bahan organik dan bahan pencemar lain dalam air akan mengalami perombakan baik secara biologis maupun kimia. Proses itu bisa menghasilkan kondisi berkurangnya kadar oksigen dalam air, merubah warna dan aroma.
Perubahan warna dan aroma menunjukkan ada penambahan kandungan kimia tertentu dalam air. Kandungan bahan kimia yang bisa saja menjadi racun dalam konsentrasi jumlah tertentu.
Karena dinamika suhu, angin dan hujan dengan intesitas besar, banyu ini kemudian tersebar dan naik ke permukaan. Jika jumlah dan areanya luas maka akan terjadi ‘ikan mabuk’ di wilayah yang luas.
Dan kemudian ada informasi lagi berupa penelitian yang dilakukan oleh Profesor termuda Unmul, Esti Handayani Hardi. Data sementara menunjukkan bahwa air Sungai Mahakam dalam kondisi bangai baru-baru ini bukan asam melainkan basa. PH airnya 8,5, PH yang mestinya tidak bermasalah untuk ikan terutama ikan budidaya. Karena kondisi ideal PH air untuk ikan budidaya berkisar 6-9.
Profesor Esti kemudian menyebut bangai kali ini bukan ‘bangai biasa’. Itu adalah kesimpulan sementara karena masih ada penelitian dan pendalaman lanjutan. Terutama untuk menjawab apa yang menyebabkan ikan mati. Jawaban itu bisa didapat jika ikannya diteliti, dibedah dan dikulik kandungan-kandungan kimia di tubuhnya.
Secara default kita menganggap bangai adalah hasil dari dekomposisi material organik yang terjadi di rawa-rawa atau danau atau tempat lainnya yang kemudian menyebabkan kadar oksigen dalam air rendah dan air bersifat asam atau PH rendah.
Kita menutup mata terhadap faktor pendorong, pemicu atau penyebab lain, dimana lahan basah kita {sungai, danau dan rawa} terus berubah.
Lanskap alam kita sudah berubah yang menyebabkan residu dalam air juga bertambah, bukan saja karena proses pembusukan material organik alam melainkan juga residu pertanian {perkebunan}, pertambangan dan aktivitas rumah tangga serta konsumsi kita yang semua kemudian bermuara ke badan air.
Jadi apa penyebab bukan ‘bangai biasa’ ini?Tentu saja tidak bisa disimpulkan dengan cepat, sebab selain fenomena PH air, ternyata juga banyak ikan mati. Dan berdasar memori komunal yang disebut dengan bangai, ikan umumnya hanya mabuk seperti keracunan potassium, begitu dapat air baru sadar kembali.
ikan pesut mati, pesut mahakam mati, pesut mahakam muncul, pesut mahakam di aquarium, pesut mahakam kalimantan, pesut mahakam 2021, pesut mahakam punah, pesut mahakam di ancol, pesut mahakam adalah, pesut mahakam terbaru, pesut Mahakam national geographic, sungai mahakam bangai, sungai mahakam bangar, pesut mahakam, pesut sungai mahakam, pesut mahakam
Информация по комментариям в разработке