#tribuntimur #tribunviral
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM - Muh Zahwa (14) korban kebakaran asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) DDI Patobong, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) rupanya sosok yang selalu dirindukan keluarganya.
Zahwa juga dikenal sebagai anak yang gemar membaca Al-Quran di pondok mau pun di luar pondoknya.
Saudara korban, Iksan mengutarakan, semasa hidup adiknya itu sangat berbakti kepada keluarga, dan sosok yang selalu dirindukan saat kembali masuk pondok pesantren.
"Almarhum semasa hidupnya sangat berbakti sama keluarga, sangat rajin beribadah, sosok yang selalu dirindukan kalau masuk ponpes itu. Kami sangat kehilangan sekali," ucapnya.
Dia mengungkapkan, terakhir kali menemui Zahwa di hari ulang tahunnya ke-14, Kamis (2/1/2025). Saat itu, dia memberikan kue ulang tahun untuk dikonsumsi bersama teman asramanya.
"Terakhir ketemu kebetulan hari Kamis juga, sempat mengirim chat ke saya bilang 'Kak hari ini saya ulang tahun,' makanya terakhir disitu saya kirimkan kue ulang tahun untuk dimakan bersama teman-temannya," ungkapnya.
Iksan membeberkan, saat pulang dari pondok adiknya itu selalu menungkapkan keinginannya ingin ke Mekkah, Arab Saudi dan Mesir menuntut ilmu.
"Jadi selama pulang dari pondok itu selalu bercerita bilang 'Kaka saya mau ke Mekah sama Mesir menuntun ilmu', itu setiap pulang dari pondoknya," ujarnya.
Tak hanya itu, Pembina Asrama Ponpes DDI Patobong Pinrang, Zulkifli juga mengungkapkan korban sempat mengungkapkan impiannya ingin ke negara Mesir untuk belajar agama.
Sehingga untuk menggapai impian itu, Zahwa sangat rajin mempelajari kitab kuning.
"Dia pernah tanya saya, 'bagaimana kalau mau ke Mesir orang belajar ustad', saya bilang belajar ki kitab kuning. Makanya dia sangat tekun belajar kitab kuning," ungkapnya.
Sebagai informasi, kebakaran hebat di asrama putra Ponpes DDI Patobong Pinrang, sekitar pukul 13.00 Wita, Rabu (9/1/2025) menewaskan Muh Zahwa (14).
Jasad Zahwa ditemukan di dalam kamar dengan kondisi memeluk Al-Quran.
Saat kebakaran terjadi, Muh Zahwa berada di dalam masjid melaksanakan Salat Dzuhur bersama santri lainnya.
Namun, saat mendengar terjadi kebakaran di asramanya, Muh Zahwa berlari menuju kamarnya dengan maksud mengambil pakaian dan Al-Qur'an miliknya.
Nahas, saat mengambil Al-Qur'an, korban terjebak dan tidak bisa keluar dari kamar asrama.(*)
Naskah: Rachmat Ariadi
Narator: Rasni Gani
Editor Video : Sanovra J. R
(TRIBUN-TIMUR.COM)
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks
YouTube business inquiries: 081144407111
Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur
Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur
Информация по комментариям в разработке