Jangan Remehkan Mahawangsa Melayu. pria ini jelaskan kehebatan mahawangsa malaysia namun kok terasa berlebihan ya.
—-
Ketika Malaysia membanggakan Mahawangsa secara berlebihan dan tidak sesuai fakta.
—
Hallo guys selamat datang di informasi. kali ini kita akan membahas tentang Dalam sebuah video yang beredar di Malaysia, seorang pria menjelaskan tentang “kehebatan bangsa Melayu” pada masa lampau untuk membungkam suara orang-orang yang menghina kehebatan mahawangsa melayu. Ia menyebut nama-nama besar seperti Merong Mahawangsa, Dapunta Hyang Sri Jayanasa, Parameswara, hingga tokoh modern seperti P. Ramlee dan Dr. Nur Adlyka Ainul Annuar. Sekilas, narasi ini tampak membanggakan. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, banyak di antaranya bersandar pada legenda, penyederhanaan sejarah, atau pengaburan konteks ilmiah.
Merong Mahawangsa, misalnya, disebut sebagai penegah antara empayar Rom dan Dinasti Han Tiongkok. Namun, tokoh ini hanya dikenal melalui Hikayat Merong Mahawangsa — karya sastra klasik yang sarat mitos dan tidak memiliki bukti arkeologis. Artinya, Merong Mahawangsa lebih tepat disebut tokoh legenda, bukan figur sejarah nyata.
Berbeda dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 yang terbukti dalam Prasasti Kedukan Bukit (Palembang, 682 M). Namun, mengklaimnya sebagai bagian dari sejarah “Melayu Mahawangsa” tidak tepat, sebab pusat Sriwijaya berada di Sumatra Selatan, Indonesia. Meski demikian, pengaruh Sriwijaya memang meluas hingga Semenanjung Tanah Melayu, menciptakan kesinambungan budaya maritim di kawasan Nusantara.
Dari seluruh tokoh yang disebut, Parameswara mungkin yang paling relevan dalam konteks Malaysia. Ia berasal dari Palembang, melarikan diri ke Melaka setelah kekalahan dari Majapahit, dan berhasil mendirikan Kesultanan Melayu Melaka — cikal bakal peradaban Melayu Islam di kawasan itu. Meski berasal dari luar Malaysia modern, pengaruh Parameswara dalam membentuk identitas politik dan budaya Melayu di Semenanjung tak bisa disangkal. artinya meskipun tokoh ini bukan dari mahawangsa melayu malaysia tapi pengaruhnya bisa dikatakan cukup nyata bagi malaysia.
Masuk ke era modern, pembicara video tersebut juga menyebut P. Ramlee sebagai satu-satunya seniman Asia yang meraih kategori “artis serba boleh” di Festival Film Asia Pasifik. Faktanya, penghargaan resmi yang diterima P. Ramlee adalah Aktor Terbaik pada tahun 1956 melalui film *Anakku Sazali*. Gelar “artis serba boleh” hanyalah julukan nasional untuk menghargai bakat multidimensi P. Ramlee di bidang seni.
Begitu pula dengan Dr. Nur Adlyka Ainul Annuar dan Dr. Hafizah Noor Isa. Keduanya memang ilmuwan Malaysia berprestasi, tetapi bukan penemu tunggal seperti yang kerap disampaikan pria tersebut. Nur Adlyka merupakan anggota tim NASA dan Durham University yang meneliti *hidden supermassive black hole*, sementara Hafizah Noor Isa terlibat dalam proyek global LIGO-Virgo untuk penemuan gelombang gravitasi. Mereka bagian dari kolaborasi ilmiah besar, bukan tokoh tunggal di balik temuan tersebut.
Adapun sosok Dr. Aid Fawzal dengan “Fawzal Number” bahkan tidak memiliki catatan ilmiah resmi dalam literatur internasional, sehingga keberadaannya masih diragukan secara akademik.
Membanggakan tokoh nasional adalah hal wajar, tetapi sejarah dan sains menuntut ketepatan. Kebanggaan tidak harus dibangun dengan legenda atau klaim berlebihan. seharusnya informasi seperti ini bisa disampaikan lebih kepada kesinambungan peradaban, bukan pada penokohan semu. kehebatan sejarah Melayu sejati bukan pada siapa yang mengklaim, melainkan pada siapa yang berani menelusuri kebenarannya dengan jujur.
Информация по комментариям в разработке