Lagu Ambon Ciptaan Ari Sapulete
Parcuma - Percuma - Sia-sia
Angin bawa kabar kasana
(Angin bawa (bawalah) Kabar Kesana)
Bawa beta pung pasan par dia disana
(Bawalah Aku Punya Pesan untuk dia disana)
Bilang beta pung rindu, bilang beta pung sayang
(Beritahu (katakan) Aku punya rindu, beritahu (katakan) Aku punya sayang)
Biar beta tapisah jauh, ale ada di hati
(Walaupun Aku terpisah jauh, kamu tetap ada di hati)
Tunggu ale lama di sini
(Menunggumu kelamaan di sini)
Rindu setengah mati
(Rindu setengah mati)
Nyong mana ale pung janji
(Sayang mana kamu punya janji)
Beta sabar menanti
(Aku sabar menanti)
Sio, ale nyong sampai hati
(Sio, kamu sayang sampai hati (tega banget)
Biar ale tapisah jauh
(Walaupun kamu terpisah jauh)
Beta pegang se pung janji
(Aku pegang kamu punya janji)
Tagantong lama
(Menggantung lama)
Katong pung cinta
(Kita punya cinta)
Tagal mo tunggu beta
(Gara-gara mau menungguku/saya)
Cari hidop dirantau
(Mencari hidup dirantau)
Ternyata beta susah di sini
(Ternyata Aku menderita di sini)
Kalo ada yang mo maso minta
(Kalau ada yang mau meminang/masuk minta)
Nona tarima saja
(Sayang terima saja)
Jang ale pikir beta lai
(Jangan kamu pikirkan saya lagi)
Perkara cinta beta cinta
(Perkara cinta aku cinta banget)
Mo sayang paling sayang
(Maupun sayang paling sayang)
Mar sio, mo biking apa
(Tetapi sio, mau harus berbuat apa lagi)
Parcuma beta susah dirantau
(Percuma Aku menderita dirantau)
Arti kata-kata dari lagu Parcuma - Ambon dalam bahasa Indonesia :
Parcuma : Sia-sia, percuma, tiada guna
Bawa : antar
Beta : Aku, saya
Pung : Punya
Pasan : Pesan
Kabar : Salam, kabar, berita
Par : untuk, buat, bagi, kepada
Bilang : katakan, sampaikan, beritahu
Tapisah : terpisah
Biar : Walaupun
Tagatong : Menggantung, tergantung
Katong : kita
Tagal : gara-gara, karena, sebab
Mo : mau, ingin
Jang : Jangan
Mar: tetapi
Hidop : hidup
Tarima - terima
Biking : berbuat
Lai : lagi
Susah : merana, menderita, kesusahan
Maso : masuk
Se : Kamu, Anda
Sio: kata ini mengungkapkan rasa sedih.
Kesimpulan: lirik lagu Parcuma, ia mengkisahkan tentang awal perjalanan cinta sepasang kekasih, yang awalnya satu daratan.
Namun, kini harus terpisah antara pulau, karena sang pria harus pergi mencari penghidupan yang lebih baik diperantauan.
Itu demi masa depan mereka, namun nasib baik tidak berpihak kepadanya selama berada diperantauan.
Sedangkan, sang kekasih gadis, tetap mau menunggu dengan setia dan memegang teguh janji-janji yang pernah mereka ikrarkan bersama dulu.
Cuma, apa boleh buat, sang kekasih pria sudah tidak tega menggantung cinta sang gadis.
Selain itu, dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan sudah ikhlas untuk menerima kenyataan, walaupun pahit, dan andai ada pria lain, mau meminang sang kekasih gadis tersebut. Sang pria sudah ikhlas.
Информация по комментариям в разработке