🛐 KUNTUM, Jumat, 06 Maret 2026.
PERUMPAMAAN TENTANG PENGGARAP-PENGGARAP KEBUN ANGGUR.
Hari Biasa - Pekan Prapaskah II
Warna Liturgi : Ungu
(Kej 37: 3-4, 12-13a, 17b-28/ Mzm 105: 16-21/ Yoh 3: 16/ Mat 21: 33-43, 45-46)
----------------
Dikhianati oleh orang-orang yang kita:
(1) Cintai,
(2) Percayai
akan secara:
(1) Pasti,
(2) Jelas
amat sangat menyakitkan.
Itulah yang dirasakan oleh:
(1) Tuan pemilik kebun anggur terhadap para penggarap kebun anggurnya dalam bacaan Injil pada hari ini (Mat 21: 33-43, 45-46),
(2) Yusuf terhadap saudara-saudaranya dalam bacaan pertama pada hari ini (Kej 37: 3-4, 12-13a, 17b-28),
(3) Allah Bapa karena Anak-Nya yang di utus untuk mempertobatkan umat manusia malah di bunuh di kayu salib.
Di sisi lain, dalam:
(1) Hidup,
(2) Kehidupan
kita selama ini pun pasti pernah berjumpa dengan orang yang memiliki sifat keras kepala.
Bahkan bisa jadi kita pun keras kepala. Entah karena kita ingin:
(1) Melindungi:
(a) diri,
(b) nilai-nilai hidup
yang kita miliki dari:
(a) tekanan yang tengah dihadapi dari orang lain,
(b) godaan,
(c) gangguan,
(2) Menutupi kesalahan yang telah kita lakukan.
Itu semua terjadi karena egoisme sedemikian rupa sehingga melupakan peran yang seharusnya dijalankan.
Ego ternyata:
(1) Bisa menutup hati kita semua untuk berubah baik walau telah diingatkan sebelumnya,
(2) Pada akhirnya tidak hanya merugikan pihak lain, tetapi juga diri sendiri.
Oleh karena itu maka kita perlu membuka hati kembali dengan selalu rendah hati sehingga kita masing-masing dapat melihat bahwa masih ada:
(1) Kesalahan,
(2) Kekurangan
yang kita:
(1) Miliki,
(2) Harus diperbaiki.
Agar berbuah kebaikan sesuai harapan Allah Tritunggal Maha Kudus maka kita harus berani:
(1) Menderita,
(2) Bekerja keras.
Bila kita membaca kisah Yusuf dalam bacaan pertama pada hari ini semakin jauh maka kita akan menemukan bahwa Yusuf memiliki karakter yang:
(1) Takut akan Tuhan,
(2) Penuh kasih dan pengampunan,
(3) Bertanggung-jawab,
(4) Rendah hati.
Mari kita juga belajar pada hari ini untuk menjadi pribadi yang:
(1) Berkarakter seperti Yusuf,
(2) Bukan seperti para penggarap kebun anggur dalam bacaan Injil pada hari ini.
Kita perlu belajar setia pada peran kita masing-masing dalam:
(1) Hidup,
(2) Kehidupan
sehari-hari.
Apa pun peran yang kita jalani, baik sebagai:
(1) Orangtua,
(2) Suami,
(3) Istri,
(4) Anak,
(5) Kakak,
(6) Adik
(7) Teman,
(8) atau Sahabat
harus kita:
(1) Cintai,
(2) Jalani
dengan sepenuh hati agar tidak terjadi seperti para penggarap kebun anggur dalam bacaan Injil pada hari ini.
Dan ketika pagi ini kita semua masih diberi kesempatan untuk membaca KUNTUM kembali maka itu tandanya kita harus bersyukur karena masih:
(1) Di beri kepercayaan oleh Allah Tritunggal Maha Kudus untuk menjadi penerima rahmat-Nya,
(2) Dibolehkan untuk menjadi penggarap profesional yang:
(a) berkualitas,
(b) bertanggung jawab
pada kebun anggur-Nya sendiri.
Selamat hari Jumat ... berusahalah sepanjang hari ini menjadi penggarap kebun anggur yang tidak mengkhianati kepercayaan sang pemilik kebun anggur seperti dalam bacaan Injil pada hari ini 😁🙏🏽🛐✝️ (Mr Bond).
-----------------
Bacaan Injil pada hari ini (Mat 21: 33-43, 45-46) dapat di baca pula dalam Injil:
(1) Markus 12: 1-12,
(2) Lukas 20: 9-19.
Struktur bacaan pada hari ini sama dengan struktur bacaan pada hari Jumat:
(1) Tanggal 21 Maret 2025,
(2) Tanggal 01 Maret 2024,
(3) Tanggal 10 Maret 2023,
(4) Tanggal 18 Maret 2022,
(5) Tanggal 05 Maret 2021,
(6) Tanggal 22 Maret 2019.
Kuntum hari ini dapat di lihat pula pada:
(1) • Perumpamaan Tentang Penggarap-penggarap Ke...
(2) / 791302400684072
(3) https://www.tiktok.com/@mr.bond6969/v...
(4) / dvgxzoxer37
(5) https://www.threads.com/@renhar_kuntu...
(6) http://s.lemon8-app.com/al/GgkfZNffTc
Информация по комментариям в разработке