Mpu Kuturan menjadi salah satu tokoh yang berkontribusi dalam menyusun tatanan masyarakat Bali. Pembangunan dari Tri Kahyangan di Bali atau yang lebih dikenal dengan Desa Pakraman menjadi nafas bagi budaya dan agama Hindu di Bali.
Mengutip Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat, Mpu Kuturan merupakan sebuah nama yang terkenal di kalangan umat Hindu di Bali. Mpu Kuturan Hadir pada pemerintahan Udayana Warmadewa.
Namanya dikenal lewat sejumlah prasasti yang dikeluarkan oleh raja. Di samping itu, dalam sebuah lontar 'Mpu Kuturan' dikenalkan pula Mpu Kuturan yang berasal dari Majapahit.
Sehingga, ada tiga tokoh Mpu Kuturan, yaitu dua dari jaman Udayana dan satu dari Majapahit. Dari jaman Udayana ada Senapati Kuturan, yaitu pejabat pemerintahan yang berhubungan dengan tata kemasyarakatan.
Satu lagi Mpu Kuturan dari jaman Udayana yaitu merupakan saudara kandung dari Mpu Baradah. Sementara itu, Mpu Kuturan dari jaman Majapahit yaitu seorang yang ahli dalam bidang pembangunan tempat-tempat suci.
Silsilah Keturunan Mpu Kuturan
Mpu Kuturan dikenal luas bersaudara kandung dengan Mpu Baradah yang hidup di zaman pemerintahan Airlangga tahun 1019. Mpu Kuturan mempunyai puteri satu-satunya bernama Dyah Ratna Manggali yang menikah dengan putra Mpu Baradah bernama Mpu Bahula.
Menurut jurnal Peran Mpu Kuturan dalam Membangun Peradaban Bali, ada beberapa jasa-jasa Mpu Kuturan, di antaranya:
Sebelum Bali mengenal Tri Kahyangan, Bali memiliki enam sekte besar yang hidup dan berkembang. Ada sekte Sambu, Brahma, Indra, Wisnu, Bayu dan Kala. Akan tetapi, menurut Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari dalam lontar Sad agama, enam sekte agama Hindu di Bali adalah Brahma Waisnawa, Siawa, Bauddha, Kala dan Bayu.
Jika dicermati secara seksama, baik dalam tradisi maupun prasasti dan kesusastraan, ada 13 sekte agama Hindu yang ada atau pernah ada di Bali, yaitu sekte Brahma: Homatraya da Agenisaka, Sekte Waisnawa Danukrtih, Sekte Lingayat: Pemujaan Lingga, Sekte Ganapatha: Pemujaan Gana, Sekte Pasupatha: Pemujaan Pasupati, Sekte Siwa-SIdhanta:Pemujaan Tripurusa, Sekte Tantrayana Pemujaan Durga dan Dewi, Sekte Indra: Pemujaan Akasa dan mohon hujan, Sekte Kala: Mengupacarai Gunung dan Lautan, Sekte Sambhu: Mengupacarai Jagat, Sekte Bayu: Pemujaan terhadap kekuatan, Sekte Saurapatha: Pemujaan Surya, Sekte Bauddha, Pemujaan Wairocanna.
Sumber : Elmy Tasya Khairally - detikBali
Senin, 07 Nov 2022 19:36 WIB
#bali #facts #mahabarata #kisah #shortvideo #hindu #kahyangan #agamahindubali #agama #recommend #motivation #youtube
Информация по комментариям в разработке