1. Pondok gede adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Awalnya Pondok gede merupakan kecamatan terluas di Kabupaten Bekasi sebelum masuk ke dalam wilayah Kota Bekasi. Mencakup wilayah yang sekarang terpecah menjadi Kecamatan Jatiasih, Jatisampurna dan Pondok Melati.
Pondokgede merupakan kawasan perbatasan antara DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Pondokgede secara historis adalah salah satu gabungan dari wilayah Pondok Melati, Jatiwaringin, Jatiasih, Jatimakmur, Jatibening, Jaticempaka, dan Jatisampurna.
Pondok gede berbatasan dengan Kecamatan Makasar, dan Kecamatan Bekasi Barat di sebelah utara, Kecamatan Cipayung di sebelah barat, Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah timur, dan Kecamatan Pondok Melati dan Jatiasih di sebelah selatan.
2. Jalan Raya Mabes Hankam atau Jalan Mabes Hankam adalah salah satu jalan utama di Jakarta. Jalan ini melanjutkan Jalan Taman Mini I dan Jalan T.B. Simatupang menuju Markas Besar Tentara Nasional Indonesia di Cilangkap. Jalan ini membentang sepanjang 3,5 kilometer dari persimpangan Pintu 1 Taman Mini sampai persimpangan Jalan Raya Setu dan Jalan Terusan Mabes Hankam dan 2,8 kilometer dari persimpangan Jalan Raya Setu dan Jalan Terusan Mabes Hankam sampai persimpangan Jalan Raya Ceger dan Jalan Lingkar Luar Selatan. Jalan ini bersinggungan dengan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta S.
Jalan ini merupakan akses menuju Taman Mini Indonesia Indah dari arah selatan. Selain itu, di jalan ini terdapat Rumah Sakit Umum Adhyaksa, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Adhyaksa, Museum Nasional Visible Storage, Sekolah Nizamia Andalusia, pusat perbelanjaan Green Terrace TMII, dan Kepolisian Sektor Cipayung.
3. Jatimelati atau Jati Melati adalah kelurahan di kecamatan Pondokmelati, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini terkenal karena kerukunan beragama dengan simbol 3 rumah ibadah (masjid, gereja Kristen dan gereja Katolik) yang berdiri berdampingan. Ketiga rumah ibadah berdiri di jalan Raya Kampung Sawah, masjid terbesar di Kampung Sawah, Masjid Agung Al Jauhar Yasfi hanya sekitar 50 meter dari Gereja Kristen Pasundan dan 200 meter dari Gereja Katolik Santo Servatius.
Kebanyakan warga asli Kampung Sawah menyebut wilayah mereka sebagai Indonesia kecil karena asal mereka dari berbagai etnik berbeda sejak abad ke-19. Orang asli Kampung Sawah, kebanyakan berasal dari Banten, yang menurut ceritanya merupakan sisa-sisa prajurit Mataram yang menyerang Batavia pada abad ke-17. Ada pula yang datang dari Pedurenan dan Cakung Payangan. Kedua daerah itu kini masuk wilayah Bekasi. Sebagian lagi merupakan etnik Tionghoa yang telah lama bermukim di Kampung Sawah. Kedatangan warga Citereup, Gunung Putri, Bogor, ke Kampung Sawah, semakin meramaikan perbedaan di sana.
Bahasa warga Kampung Sawah menganut satu ragam dialek Betawi. Bahasa yang digunakan merupakan perpaduan aneka bahasa di Batavia dan sekitarnya. Warga Kampung Sawah mengidentifikasi diri dengan konsisten menjaga adat istiadat. Di Kampung Sawah, penyertaan nama khas Betawi sudah turun-temurun. Nama-nama itu menjadi ciri khas marga bagi warga Kampung Sawah. Bagi warga yang memperoleh nama baptis dari Robertus Bakker, pendeta asal Belanda pada 1971 di Gereja Antonius Padua (saat ini Gereja Servatius) sekalipun, nama khas tetap tak boleh hilang. Sedikitnya ada 20 marga khas Kampung Sawah seperti Noron, Napiun, Rikin, Pepe, Dani, Gilin, Djaim, Saiman, Sairin. Selain itu, ada aturan pengikat sebagai konsekuensi berlakunya sistem marga ini, yaitu larangan menikah sesama marga.
4. Waduk Ir. H. Juanda atau biasa disebut sebagai Waduk Jatiluhur (Aksara Sunda Baku: ᮝᮓᮥᮊ᮪ ᮏᮒᮤᮜᮥᮠᮥᮁ), adalah sebuah waduk yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (±9 km dari pusat Kota Purwakarta). Waduk ini diberi nama sesuai nama seorang pahlawan nasional, yakni Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, yang bersama Ir. Sedijatmo, gigih memperjuangkan terwujudnya pembangunan waduk ini di internal pemerintah Indonesia maupun di forum internasional.[2] Waduk ini adalah waduk terbesar di Indonesia, dengan potensi air sebesar 12,9 miliar m3/tahun dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Waduk ini dapat dikunjungi melalui Jalan Tol Purbaleunyi (Purwakarta-Bandung-Cileunyi) dengan keluar di Gerbang Tol Jatiluhur.
5. Jatiasih adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.
Информация по комментариям в разработке