Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNJATIM.COM - Pemkot Surabaya bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga pekerja pembersih kaca apartemen di Surabaya yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Senin (2/3/2026) silam.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriani menyerahkan langsung bantuan tersebut secara simbolis, Selasa (10/3/2026) di kediaman rumah korban yang berada di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Eka Andriani (50), istri dari korban, Edi Suratno (51). Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, turut hadir dalam penyerahan tersebut.
Santunan itu diberikan kepada keluarga korban yang meninggal dunia saat bekerja menggunakan gondola di tengah cuaca ekstrem.
Edi Suratno meninggal dunia saat masih bergelantungan pada tali dan gondola ketika angin kencang menerjang saat dirinya bersama rekan kerja tengah membersihkan kaca sebuah apartemen di Surabaya Barat.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan santunan tersebut merupakan manfaat dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang dimiliki almarhum saat bekerja.
“Penerimanya ini adalah istri almarhum yang kemarin mengalami kejadian saat ada hujan angin puting beliung. Insyaallah almarhum surga, karena meninggal dalam keadaan mencari nafkah untuk keluarganya dan sudah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” kata Eri Cahyadi.
Ia menjelaskan, terdapat dua jenis manfaat yang diterima keluarga korban. Pertama adalah santunan kecelakaan kerja meninggal dunia sebesar sekitar Rp272 juta. Kedua adalah bantuan beasiswa pendidikan bagi anak almarhum.
“Yang pertama adalah santunan ketika almarhum meninggal dalam kondisi bekerja saat menjalankan pekerjaannya. Yang kedua adalah beasiswa untuk putra pertama dan kedua, karena di dalam BPJS Ketenagakerjaan ada beasiswa sampai dengan kuliah hingga mereka lulus,” ujarnya.
Total bantuan beasiswa yang diberikan mencapai sekitar Rp158 juta yang akan digunakan untuk mendukung pendidikan anak korban hingga perguruan tinggi.
“Insyaallah itu sudah dalam bentuk tabungan yang diserahkan kepada istri almarhum,” jelasnya.
Selain santunan, Pemkot Surabaya juga akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban, khususnya kepada 3 anak almarhum agar tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Pendampingan tersebut akan dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Dinas Sosial Kota Surabaya.
“Putra almarhum nanti akan didampingi supaya bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan lebih fokus belajar. Insyaallah bisa membawa kebanggaan bagi ibunya,” kata bapak dua anak ini.
Ia juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap diberi kekuatan.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kekuatan oleh Gusti Allah,” ujarnya.
Kepada seluruh pihak, Wali Kota mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama saat bekerja di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pekerja dan perusahaan agar selalu mengutamakan standar keselamatan kerja.
“Saya mengingatkan kepada seluruh warga Kota Surabaya, ketika bekerja terutama di proyek, maka gunakan keselamatan kerja K3 yang harus difokuskan. Itu bisa mengurangi dampak risiko ketika terjadi bencana atau kejadian yang tidak pernah diinginkan,” ujar alumni Teknik Sipil ITS ini.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa selain santunan kecelakaan kerja, keluarga korban juga menerima manfaat beasiswa pendidikan bagi anak yang masih menempuh pendidikan.
Menurutnya, beasiswa tersebut diberikan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa manfaat tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong agar seluruh pekerja terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan iuran yang relatif kecil, manfaatnya sangat besar bagi pekerja dan keluarganya jika terjadi risiko. Tujuannya agar seluruh pekerja di Surabaya peduli terhadap perlindungan dirinya,” katanya
VP: Rizky
Reporter: Bobby Constantine Koloway
Host: Cindy Dinda
Website https://jatim.tribunnews.com/
Twitter / tribunjatim
Facebook / tribunnewsjatim
Instagram / tribun_jatim
#tribunjatim #matalokalmenjangkauindonesia
Информация по комментариям в разработке