Bendungan Wilalung, kota kretek Kudus.
Bendungan Wilalung, juga dikenal sebagai Bendungan Lawang 9, atau Bendungan Pintu 9, yang merupakan salah satu bangunan bersejarah. Bendungan Wilalung adalah bangunan peningalan Kolonial Belanda, yang berlokasi di Dukuh Babalan Desa Kalirejo Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
tidak semua warga kudus mengetahui secara detail bendungan Wilalung ini,
oleh sebab itu pada kesempatan ini BSM channel akan sedikit memperlihatkan bendungan Wilalung, khusus nyapada kondisi ketika siaga banjir
Bendungan Wilalung atau Bendungan Pintu 9 memiliki bentuk bangunan khas struktur arsitek kolonial Belanda tempo dulu. Oleh karena itu, Bendungan ini mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Selain tersedia bangunan lama yang cukup bersejarah, di lokasi setempat juga terdapat area yang bisa dijadikan tempat untuk pemancingan. woooooooooooooooooooooou... tempat pemancingan nih gaes, pasti suka ya yang hobi mancing,
Jika bisa dikembangkan menjadi objek wisata, bisa menyedot banyak pengunjung karena lahan untuk parkir juga tersedia serta menjadi lalu lintas warga Kabupaten Demak yang hendak berbelanja ke Pasar Kalirejo.
Selain berfungsi sebagai sarana irigasi lahan pertanian dan sebagai pengontrol banjir untuk kawasan Kecamatan Undaan dan sekitarnya, Bendungan Wilalung juga dapat difungsikan sebagai tempat wisata. Bendungan ini memiliki pemandangan yang sangat indah, dapat dijadikan objek foto yang menarik. Bendungan Wilalung ini sudah sejak lama dijadikan lokasi pemotretan prewedding.
Pintu Bendung Wilalung yang terletak di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih berdiri kokoh hingga sekarang. Padahal Bendung Wilalung yang memiliki 11 pintu itu merupakan buatan zaman Belanda tahun 1918. Lalu, seperti apa kondisinya sekarang ini?
Untuk sampai di lokasi Bendung Wilalung dari pusat Kota Kudus menempuh jarak sekitar 17 Km atau selama 28 menit. Pantauan BSM di Bendung Wilalung masih berdiri kokoh, Sabtu (8/1/2023). Meskipun demikian, tampak ada sejumlah pintu yang sudah dipenuhi dengan sedimentasi.
saat BSM berkunjung, kondisi bendungan terdapat banyak sekali sampah, air naik hingga jembatan,
Bendung Wilalung terdapat 11 pintu. Terdiri dari sembilan pintu ke arah Juana dan dua pintu ke arah Wulan. Tampak terdapat jembatan untuk warga setempat melintas.
Korlap Banjir dan Irigasi di Bendung Wilalung, Noor Ali menjelaskan untuk sejarah Bendung Wilalung dibangun pada tahun 1908. Bendungan saat itu dibangun oleh Belanda. Pada saat pembangunan membutuhkan waktu 10 tahun. Bendungan yang memiliki 11 pintu itu rampung tahun 1918.
"Untuk sejarah dulu dikenal dengan Pintu Wilalung (sebelum beralih jadi Bendung Wilalung) itu dibangun tahun 1908 oleh Hindia - Belanda. Waktu pembangunan selama 10 tahun itu ada 11 pintu, jadinya itu tahun 1918 (selesai dan diresmikan)," kata Noor.
Dia mengatakan, awalnya Bendung Wilalung digunakan sebagai irigasi bagi lahan pertanian. Karena pada waktu itu Belanda sedang gencarnya untuk menanam tebu. Sehingga kata dia diharapkan mampu membantu produksi tebu pada waktu itu.
"Pada waktu itu Pintu Wilalung digunakan sebagai lahan pertanian, karena pertanian di era Belanda yakni pertanian tebu," ujar Noor.
Pintu Bendung Wilalung yang terletak di Desa Kalirejo Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah masih berdiri kokoh hingga sekarang. Padahal Bendung Wilalung yang memiliki 11 pintu itu merupakan buatan zaman Belanda tahun 1918. Lalu seperti apa kondisinya?
Dari segi bentuk bangunan, Bendung Wilalung memiliki 11 pintu. Terdiri dari sembilan pintu menuju sungai Juana dan dua pintu menuju sungai Wulan.
Kata dia, ke arah Juana terdapat pintu lebih banyak karena untuk oncoran sedimentasi pada areal Belanda. Terutama rawa-rawa yang ada di daerah Kudus dan Pati.
"
"Setelah itu ada pembangunan Kedungombo , Waduk Sidorekso dan Waduk Klambu. Akhirnya di Pintu Wilalung beralih fungsi menjadi Bendungan Wilalung. Difungsikan untuk pemantauan banjir. Sekarang dialih fungsi, karena untuk fungsi irigasinya diambil alih oleh Waduk Kedungombo," kata dia
"Pada tahun 1992 tepatnya pada 2 Februari dengan debit air 1.560 meter kubik perdetik. Pada saat itu Pintu Wilalung jembatan tergenang air dibawa lutut, lalu akses jalan menuju Kalirejo terputus. Bersamaan dengan terminal Kudus tergenang banjir. Banjir hampir dua minggu terjadi. Warga Undaan pada waktu itu terisolasi pada saat itu," cerita dia.
Hingga saat ini, Bendung Wilalung masih berdiri kokoh. Wilalung menjadi ikon sendiri bagi warga Kudus. Kata dia tidak sedikit warga yang berbondong-bondong berswafoto di Bendung Wilalung.
"Wilalung sendiri banyak menjadi ikon pengguna jalan. Bahkan pada saat pandemi warga luar daerah sepeda ontel untuk berfoto-foto. Dan harapan mereka menjadi wisata daerah, tapi keputusan dari BBWS Pemali Juana sendiri," ujar dia.
Информация по комментариям в разработке