SIMULASI PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SD NEGERI CATURANOM
Kangen sekolah, rindu teman teman sekelas dan keinginan menerima materi langsung dari guru, bagi sebagian siswa Sekolah Dasar di Temanggung mulai terobati. Pasalnya, hari ini Senin (12/9/2020) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Dindikpora) Kabupaten Temanggung serentak melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di beberapa Sekolah Dasar.
Salah satu sekolah penyelenggara simulasi ini adalah SD Negeri Caturanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Dari jumlah 25 Sekolah Dasar Negeri di Parakan, hanya 13 sekolah yang ditunjuk melaksanakan simulasi secara bergiliran mulai 12 Oktober 2020 hingga 26 November 2020, masing-masing hanya 2 hari tatap muka.
Sekolah tidak bisa begitu saja menggelar pembelajaran tatap muka meskipun berada di zona hijau atau kuning Covid-19. Banyak hal yang harus lebih dahulu ditinjau, termasuk mensimulasikan pembelajaran tatap muka. Diantaranya harus membuat surat pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Koordinator Wilayah Dindikpora Kabupaten Temanggung Muhlasin mengatakan, ada proses harus ditempuh. Mulai dari prakondisi, pemetaan waktu, prioritas, pelaksanaannya harus melalui simulasi terlebih dahulu.
“Jika infrastruktur sekolah termasuk sarana penerapan protokolo kesehatan sudah memadai dan simulasi menunjukkan hasil yang baik, maka akan dipertimbangkan pembelajaran tatap muka di zona hijau atau kuning Covid-19”, jelas Muhlasin.
Sebaliknya, jika pembelajaran tatap muka menimbulkan klaster baru penularan virus corona, maka pelaksanaannya dapat dihentikan sementara. Oleh karena itu juga ada ketentuan Kepala Sekolah juga harus membuat surat pernyataan ketika hendak membuka kembali pembelajaran tatap muka, agar ada jaminan aman dan bertanggung jawab dalam melaksanakan protokol kesehatan.
Kepala Sekolah SD Negeri Caturanom Wiwin Sunarti mengatakan, pelaksanaan hasil simulasi pembelajaran tatap muka harus selalu dilaporkan ke Dindikpora. Pada simulasi ini Satgas Covid-19 Kecamatan Parakan, jajaran pengawas dan Korwil serta Babinsa dan Babinkamtibmas juga hadir memantau pelaksanaannya.
“Semua properti yang disyaratkan untuk pelaksanaan protocol kesehatan sudah kami sediakan. Mulai dari tempat cuci tangan, sabun, hand sanitizer, alat pengukur suhu badan, sampai disinfektan untuk sterilisasi ruangan”, papar Wiwin Sunarti
Sesuai petunjuk teknis simulasi pembelajaran tatap muka, di SD Negeri Caturanom Parakan ini, siswa berjumlah 116 orang, akan dibagi dalam 2 hari untuk bergiliran masuk sekolah. Lama pembelajaran juga separoh dari pembelajaran normal. “Pada simulasi ini siswa masuk pukul tujuh dan pulang pukul Sembilan lebih empatpuluh lima menit, dengan 3 mata pelajaran masing-masing 20 menit”, tandas Wiwin.
Meskipun para orang tua siswa lewat Komite Sekolah meminta pembelajaran tatap muka terus dilaksanakan, namun realisasi menunggu hasil evaluasi serta perkembangan penyebaran covid-19 di Kabupaten Temanggung. (**)
Информация по комментариям в разработке