VP : Rizky - REP: Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Viral video yang merekam momen sebuah mobil menjadi sasaran amukan massa di dekat patung belalai pintu masuk Perumahan Citraland, Jalan Lontar, Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya pada Sabtu (27/5/2023) malam.
Terdapat empat penggalan video yang merekam momen tersebut. Sebuah video berdarasi 26 detik yang diunggah oleh akun Instagram (IG) surabayakabarmetro, misalnya.
Dalam video tersebut tampak beberapa orang yang berdiri di barisan terdepan dari kerumunan melalui aksi pengerusakan terhadap mobil berwarna putih tersebut.
Kemudian, pada angle video lain yang ditemukan viral di WhatsApp Group (WAG). Tampak situasi kerumunan yang memanas hingga merusak bodi mobil tersebut, mulai mereda.
Bahkan, ada beberapa orang berpakaian serba gelap tampak mendekat ke bagian pintu sisi kiri mobil yang mulai terbuka untuk berkomunikasi dengan seisi orang di dalam mobil tersebut.
Pada Senin (29/5/2023), video amatir dari kamera mobil pengendara yang sempat merekam momen mobil putih tersebut melaju secara ugal-ugalan, viral di medsos.
Pada beberapa momen, mobil tersebut tampak menyenggol pemotor yang melaju di sisi kirinya.
Bahkan, mobil tersebut juga sempat mendahului mobil lain dengan cara memanfaatkan celah sempit antar kendaraan di depannya hingga menyebabkan beberapa bagian komponen mobil tersebut copot.
Seorang warga berinisial AN mengatakan, mobil yang dikerumuni dan menjadi sasaran amukan massa tersebut karena terlibat insiden tabrak lari dari kawasan Jalan Lontar.
Massa yang mengamuk hingga sempat melakukan aksi pengerusakan terhadap bodi mobil tersebut, berasal dari pemotor yang menjadi korban tabrakan.
"Di sini yang ngamuk yang ngejar katanya dikejar sejak di daerah Lontar. Kejadiannya sekitar setengah jam 10, saat saya absen pulang," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com, Sabtu (27/5/2023) malam, di lokasi.
Saat itu, AN mengaku, mobilnya sempat juga terserempet oleh mobil Avanza yang mendahuluinya di kawasan G-Walk, Jalan Niaga Gapura, Lidah Kulon, Lakarsantri, Surabaya.
Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Polrestabes Surabaya Kompol Hakim mengatakan, mobil yang menjadi sasaran amukan warga tersebut merupakan Toyota Avanza bernopol L-1888-WY.
Warna putih pada cat bodi mobil tersebut diduga terindikasi sengaja disamarkan oleh pemilik mobil.
Mobil tersebut sempat terlibat tabrakan lari dengan mobil Suzuki Iqnis warna merah dan mobil Mitsubishi Mirage warna putih di kawasan Jalan Kuwukan dan Jalan Lontar.
"Mobil itu melaju ke arah timur menuju depan PTC atau arah Kampus Unesa pada saat di SPBU Citraland pelaku berhenti dan sudah dikerumuni oleh massa," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Senin (29/5/2023).
Namun, perihal masalah insiden tabrak lari tersebut, telah diselesaikan secara kekeluargaan antar kedua belah pihak.
Disamping itu, insiden tersebut, tidak mengakibatkan korban jiwa ataupun luka-luka. Hanya kerugian materiil yang telah diupayakan penyelesaian secara kekeluargaan.
"Hasil penanganan laka lantas tabrak lari sementara tidak ada korban jiwa, hanya korban materiil, sudah tidak ada masalah diselesaikan kekeluargaan damai," katanya.
Hakim mengatakan, pihaknya mengamankan pengemudi termasuk tiga orang penumpang mobil tersebut. Yakni, pengemudi mobil, laki-laki berinisial NDPH (31) warga Tandes, Surabaya.
Kemudian, ketiga penumpang laki-laki, berinisial OD (35) warga Semampir, Surabaya, KVGF (31) warga Pare, Kediri, dan IH (28) warga Dukuh Pakis, Surabaya.
Bahkan, pihaknya juga menemukan adanya benda senjata tajam jenis celurit yang tersimpan didalam mobil.
"Indikasi diantara mereka residivis diduga telah melakukan pemerasan dengan cara mengaku sebagai petugas Polisi dan sekongkol dengan teman lainnya," terangnya.
Selain itu, mengenai penyebab utama mobil yang dikendarai keempatnya sampai terlibat kecelakaan tabrak lari.
Hakim menerangkan, sebelumnya, saat melintas di Jalan Kuwukan Lapangan, keempat orang tersebut sedang membawa seorang laki-laki berinisial ARM.
Kemudian, ARM berupaya melompat keluar mobil. Lalu meneriaki mobil tersebut dengan sebutan 'maling' berulang kali, hingga membuat pengemudi mobil tersebut panik, dan kabur lalu terlibat kecelakaan tabrak lari.
"Mereka diduga melakukan pemerasan kepada orang yang dijadikan sasaran dalam satu Mobil dimaksud yang loncat dari dalam mobil, masih ditelusuri inisial AMR dan berteriak maling-maling sehingga merasa panik terjadi laka lantas tabrak lari," jelasnya.
Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan dengan menelusuri sosok AMR. Keempat orang tersebut; penumpang dan pengemudi, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hakim mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemerasan dengan kekerasan dan kepemilikan senjata tajam jenis celurit.
"Mereka dikenai pasal pemerasan dengan kekerasan dan kepemilikan sajam. Sesuai laporan polisi. Pekan ini akan disampaikan," pungkasnya.
Информация по комментариям в разработке