Humas Kemenag NTB - Tangis haru dan syukur mengiringi momen kepulangan para jamaah haji kloter 4 (LOP-004) asal Kabupaten Lombok Timur yang tiba di Debarkasi Lombok (LOP) pada Ahad, 15 Juni 2025 pukul 19:25 WITA. Rombongan yang terdiri dari 381 jamaah dan 8 petugas ini tiba dengan menggunakan pesawat GIA5404 dari Jeddah setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Pelepasan dan sekaligus penyambutan kloter ini menjadi perhatian publik karena berlangsung khidmat dan penuh makna. Hadir dalam acara tersebut Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Fathurahman, didampingi Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) H. Muhammad Amin, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur, H. Sulhi. Doa syukur atas kepulangan para jamaah dipimpin langsung oleh tokoh agama terkemuka, Dr. TGH. Muhammad Yusron Azzahidi, M.HI.
“Alhamdulillah, jamaah kita dari Lombok Timur telah kembali dalam keadaan sehat wal afiat, walaupun ada satu duka yang kita rasakan bersama,” ujar H. Fathurahman. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petugas haji kloter yang telah mendampingi jamaah selama di Tanah Suci.
Rincian Kloter:
Total Jamaah: 381 orang
Pria: 209
Wanita: 172
Petugas Kloter: 8 orang
Ketua Kloter (TPHI): 1
Pembimbing Ibadah (TPIHI): 1
Dokter (TKHI): 2
Paramedis: 1
Petugas Haji Daerah: 3
Jamaah Lansia: 87 orang (22,4%)
Pria: 51
Wanita: 36
Kabar duka menyelimuti kepulangan kali ini. Salah seorang jamaah, Padilah Sulaeman (L, 53 tahun), asal Mengkuru, Pandan Wangi, Kabupaten Lombok Timur, wafat di RSAS pada tanggal 9 Mei 2025 akibat hypovolaemic shock. Almarhum telah dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah, sebuah tempat yang sangat mulia bagi umat Islam. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual sekaligus fisik yang penuh tantangan.
Terdapat beberapa perubahan dalam formasi kloter ini akibat mutasi jamaah:
Mutasi Keluar (3 Pria):
Imam Baihaki (42 tahun): kembali ke kloter asal
Munakip Sahrep (51 tahun): kembali ke kloter asal
Muhamad Nasirudin Marsukin (71 tahun): masih dirawat di RSAS karena sakit
Mutasi Masuk (2 Wanita):
Saiyah M. Shabirin (59 tahun): kembali ke kloter asal
Inaq Dini Mariani (55 tahun): kembali ke kloter asal
Kondisi ini menunjukkan dinamika penyesuaian yang cukup umum dalam pelaksanaan ibadah haji, yang kerap melibatkan pertukaran jamaah demi pelayanan yang optimal.
Semangat Jamaah: Lansia Jadi Inspirasi
Yang paling menginspirasi dari kloter ini adalah tingginya semangat para jamaah lansia. Dari total 381 jamaah, sebanyak 87 orang adalah lanjut usia, yang tetap kuat menunaikan ibadah meski dengan keterbatasan fisik. Ini menjadi simbol keteguhan hati dan kecintaan pada agama yang layak menjadi teladan.
Dalam sesi doa, semua pihak berharap agar penyelenggaraan haji tahun berikutnya semakin baik. Kepala Kemenag Lombok Timur, H. Sulhi, juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembinaan dan pelayanan sejak dari manasik hingga kepulangan jamaah.
“Insya Allah, kita akan terus belajar dari pengalaman tahun ini. Semoga jamaah kita tahun depan bisa mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal,” ujarnya.
Kepulangan jamaah haji bukan hanya menjadi momen keluarga, namun juga kebanggaan seluruh masyarakat. Semangat, doa, dan ketulusan para petugas serta dukungan keluarga di kampung halaman telah menjadi bagian penting dari kesuksesan ibadah ini. Semoga seluruh jamaah yang telah kembali menjadi haji yang mabrur dan membawa berkah bagi daerahnya
#reels #semuaorang #hajj2025 #viralvideo #sorotan #kemenag_ri #reel #beritaterkini #indonesiaemas2045
Информация по комментариям в разработке