Dalam Rangka pembukaan pameran Lenggahing Harjuno, KHP Nitya Budaya mempersembahkan Beksan Ajisaka.
Pahargyan 80 tahun usia dari Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 berdasarkan perhitungan Tahun Jawa, Keraton Yogyakarta menggelar pameran bertajuk “Lenggahing Harjuno; Sultan, Takhta dan Kedaulatan”. Pameran ini akan menampilkan kronik dari sosok pangeran muda BRM Herjuno Darpito, kenaikan takhta, hingga kedudukannya dalam dualisme pemerintahan, Sultan dan Gubernur. Selain itu pameran Lenggahing Harjuno menyajikan ritus hidup Sultan, berbagai karya dan pembaharuan yang dikemas dalam piwulang adiluhung.
Bertempat di Kagungan Dalem Kedhaton Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pameran ini dapat dikunjungi masyarakat mulai hari Sabtu, 21 Oktober 2023 hingga hari Minggu, 28 Januari 2024 pukul 08.30 - 14.30 WIB.
SINOPSIS BEKSAN AJISAKA
Beksan ini diciptakan sebagai tuntunan hidup manusia. Makna filosofi dan simbolik, tersirat dan tersurat dalam tiap ragam, pola lantai, serta syair lagu pengiring yang menyertainya. Ajisaka adalah representasi sosok pemimpin yang harus mampu mengimplementasikan makna habluminalah dan habluminnanas. Sesuai dengan dzat Allah di muka bumi, manusia tetap harus ikhtiar “Kun Fayakun”, sebagai niat awal karena Allah, dalam mengarungi tantangan kehidupan. Pancaran “Kun Fayakun”, tidak hanya menciptakan bumi seisinya, tetapi keberadaannya selalu mengasihi, memberi arah tujuan terhadap semua yang terjadi. Dunia seisinya tidak sembarangan dicipatkan, tetapi memiliki keinginan dan tujuan yang nyata dan pasti.
Gagasan Ajisaka menciptakan huruf Jawa; Ha Na Ca Ra Ka - Da Ta Sa Wa La – Pa Dha Ja Ya Nya – Ma Ga Ba Tha Nga, secara artifisial adalah semiotika yang memiliki makna sebagai sebuah do’a dan harapan untuk keselamatan umat manusia dengan keinginan yang bulat dalam diri manusia yang akan menyebabkan manusia memiliki tekad, keteguhan, keinginan, kekuatan, dan ketertiban. Semua yang terjadi, memiliki keterbatasan, ada kalanya manusia sakit dan mati. Semua itu dapat terbaca jika manusia dapat mengingat tanda-tanda alam yang terjadi. Karena manusia dapat melihat, mencari, meyakini dan berani menghdapi kenyataan yang diberikan Allah. Maka dari itu akan terliat jika dinamika di dunia juga merupakan dinamika manusia. Sehingga di dunia ini tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, jika Allah menghendaki.
Информация по комментариям в разработке