HAFLAH AL-QUR'AN QORI INTERNASIONAL Pontren Al-Mashduqiyyah Cibalok Citalem Cipongkor Bandung Barat
Ust. Salman Amrillah, pada acara Memperingati Haul Wafatnya Guru Kami Yang Mulya Mama Cibalok ke-76
Q.S Al-ahzab ayat 38-39
Q.S Al-isro ayat 23
Q.S At-tahrim ayat 5
Q.S Asy-syamsy ayat 1-5
Q.S Al-kautsar
Q.S Al-ikhlas
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
MAMA KH. SHODIQUL MASHDUQI~
Tentang Kelahiran dan Masa Menuntut Ilmu
Mama KH. Shodiqul Mashduqi, lahir di Kp.
Warung, Des. Citalem pada tahun 1900 M/1321 H. Beliau
adalah anak ke-8 dari 9 (sembilan) bersaudara, dari
pasangan Ayah H. Nur dan Ibu Hj. Ma’ah (Pasirpogor).
Dahulu saat lahir nama beliau adalah Erum Rumja,
kemudian berganti nama menjadi Maqsudi, kemudian
berganti lagi menjadi Shodiqul Mashduqi.
Masa kanak-kanak dan remaja beliau di habiskan
untuk menuntut ilmu, baik formal maupun non formal.
Pertama kali beliau berguru adalah kepada Mama KH.
Mashduqi yang tak lain adalah Mertuanya sendiri.
Setelah lulus dari SR (Sekolah Rakyat), Mama
Shodiqul Mashduqi mengikuti sekolah MULO (Meer
Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Banjaran. Kemudian pada
tahun 1918 M beliau menuntut ilmu di Sempur (Purwakarta)
kepada Mama Tubagus Ahmad Bakrie (Mama Sempur)
selama kurang lebih 18 tahun.
Mama KH. Shodiqul Mashduqi bin Ayah H. Enur
adalah Angkatan ke-2 lulusan Pesantren Sempur. Adapun
urutan angkatan Pesantren Sempur di antaranya:
1. Angkatan Pertama, Abuya Ceng Qodir (Gentur)
dll.
2. Angkatan ke-2 yaitu, Mama Shodiqul Mashduqi,
Mama Raden Ma’mun Nawawi (Cibarusah),
Mama Raden Mukhtar (Wanayasa), Mama
Syathibi (Karawang), Mama Idris
(Benul/Sukatani), dll.
3. Angkatan ke-3 yaitu, Mama Cep Hanafi (Sela
Awi), dll.
Mama Shodiqul Mashduqi selama nyantri di
Sempur, selain waktunya banyak digunakan untuk mengaji. juga banyak digunakan untuk berkhidmah. Beliau adalah
merupakan salah satu santri terdekat Mama Sempur,
sehingga Mama Sempur mempunyai panggilan khusus
terhadap beliau, yaitu Acud.
Begitu khidmah dan taatnya kepada guru, selama 18
tahun nyantri di Sempur, Mama Shodiqul Mashduqi satu
kali pun tidak pernah keluar komplek pesantren kecuali atas
perintah Sang Guru. Selain itu, beliau juga sering diemban tanggung jawab dalam belajar mengajar Santri apabila
Mama Sempur ada halangan.
Perjalanan Mengamalkan Ilmu
Dalam perjalanan dan perjuangan mengamalkan
ilmu, tidak jauh berbeda seperti halnya Mama Mashduqi
(Mertuanya). Beliau kerap mendapat teror dan ancaman
baik di masa
Penjajahan Kolonial Belanda maupun masa pemberontakan
DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia).
Pernah, pada suatu ketika tiba-tiba para tentara
Belanda mendatangi Mama Shodiqul Mashduqi. Entah apa
sebabnya mereka menyuruh dengan paksa agar beliau turun
dan masuk ke dalam kolam yang berada di area Pesantren.
Tidak disangka, beberapa dari tentara itu mengarahkan
senjata ke arah Mama kemudian menembaknya beberapa
kali. Namun atas kuasa dan pertolongan Allah swt. bukan
beliau yang terluka, melainkan ikan-ikan yang berada di
dekat Mama.
Pada sekitar tahun 1953 M, salah satu pimpinan
DI/TII mendatangi Pesantren, meminta dan membujuk
Mama Shodiqul Mashduqi untuk bergabung dengan mereka
maksud dan tujuan intinya adalah ingin menjadikan beliau
sebagai hakim bagi kelompoknya. Namun Mama Shodiqul
Mashduqi menolak, karena baginya membangun Negara di
dalam Negara adalah termasuk bughot (membangkang
pemerintah) dan itu haram hukumnya. Tentu saja keputusan
itu membuat mereka geram, hingga pada kedua kalinya
mereka datang langsung menggeledah Pesantren dan
mengambil alih Pesantren hingga satu minggu lamanya.
Keberadaan para anggota DI/TII di Pesantren pun
tercium oleh TRI (Tentara Republik Indonesia). Namun
ternyata mereka mengira bahwa Mama Shodiqul Mashduqi
beserta para santri telah berkomplot dengan DI/TII.
Kemudian Pesantren pun dikepung oleh TRI. Perang
meletus. Tiga orang Santri harus kehilangan nyawanya
karena ditembak anggota TRI.
Hingga akhirnya, Mama Shodiqul Mashduqi beserta
keempat anaknya (yakni KH. Bahrussalam, H. Aan, Abah
H. As’ad Yafe’i, dan Ibu Hj. Sa’adah) pergi mengungsi ke
Pesantren Sempur atas saran Mama Sempur.
Qori Nasional Bandung Barat Ustadz Gugun Gunawan suaranya banyak variasi adem banget 👇
• Qori Nasional Ust. Gugun Gunawan Suara Tin...
Sya'ir do'a sebelum membaca Al-qur'an 👇
• Видео
Tonton Juga Tukang Ngurek Qori 👇👇😂
• Gondrong Tafarukan Cibalok QORI || Tukang ...
#Qorisalmanamrillah2021
#salmanamrillah
#salmanamrilahsoreangbandung
#qorisalmanamrillahhaolcibalok
#salmanamrillahnapasterpanjang
#salmanamrilahdidepanguru
#salmanamrillah
#salmanterbaik
tiara andini arsy widianto cintanya aku
salman amrillah cilongok
salman amrillah wasamsi
kh salman amrillah qori internasional
salman
viral terbaru qori salman amrillah
Ustadz Salman Amrillah
Salman Amrillah
Salman Amrilah Terbaru
#qoriahterbaik
#bestqari
#bestsalman
#salmanamrillahbandung
Информация по комментариям в разработке