Tahukah Anda, varian produk coklat batang atau coklat batangan (chocolate bar) terdiri atas dua kategori utama, yaitu coklat rill (real chocolate) dan coklat kompon (compound chocolate).
Coklat rill, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terbuat dari bahan baku utama biji kakao (cocoa bean) dan bahan tambahan lainnya seperti gula dan susu bubuk hewani.
Pada dasarnya, bahan baku coklat riil adalah pasta kakao sebagai cita rasa dan aroma dasar coklat; lemak kakao (cocoa butter) sebagai pengikat dan pelapis; gula sebagai cita rasa dan aroma manis; susu sebagai cita rasa, nutrisi tambahan, pewarna, dan tekstur; serta lesitin sebagai pengemulsi.
Lemak kakao ini mempunyai titik leleh yang rendah dan mulai lunak pada suhu 27 derajat C. Karena itulah, di pasar swalayan, coklat rill ini disimpan di showcase pada suhu 20 – 24 derajat C. Sebab, kalau disimpan di lingkungan tropis, coklat riil mudah meleleh.
Beberapa produk coklat riil yang populer antara lain coklat gelap (dark chocolate), coklat susu (milk chocolate), dan pasta kakao blok (baking chocolate).
Sementara coklat kompon, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), merupakan produk coklat yang menggunakan bahan baku lemak non-kakao sebagian atau seluruhnya sebagai pencampur atau pengganti lemak kakao.
Biasanya lemak non-kakao yang digunakan dalam coklat kompon adalah lemak nabati dari kelapa sawit (palm oil).
Sebagian besar minyak kelapa sawit masih padat pada zona suhu pelelehan (25 – 34 derajat C). Karena itulah, coklat kompon yang berbahan baku minyak kelapa sawit ini dapat disimpan pada suhu di lingkungan tropis.
Nah, pada tulisan ini Cerita Pangan menggunakan kata “coklat” meskipun menurut Bahasa Indonesia baku yang tepat itu adalah “cokelat”. Tetapi karena pada mesin pencari YouTube, para pencari lebih banyak menggunakan kata “coklat” (bentuk tidak baku kata “cokelat”) maka di sini digunakan kata “coklat”.
Sumber visual: Dokumentasi Cerita Pangan, marketeers.com, entertainmentdaily.co.uk, katalogpromosi.com, blogunik.com, thrillist.com, medium.com, befreetour.com, tokopedia.com, food.detik.com, guylian.com, portfolios.aiga.org, foodadvisor.my, candywarehouse.com, bbc.com, my-best.id, dan retailworldmagazine.com.au.
Sumber teks: Dokumentasi Cerita Pangan, blogunik.com, tokopedia.com, foodbusinessnews.net, entertainmentdaily.co.uk, thrillist.com, my-best.id, medium.com, foodadvisor.my, food.detik.com, befreetour.com, guylian.com, dan retailworldmagazine.com.au.
#CeritaPangan #coklatbatang #chocolatebar
Terima kasih ya mendukung channel “Cerita Pangan” dengan cara watching, like, comment, share, dan subscribe.
Channel “Cerita Pangan” terus berusaha menyajikan konten yang bermanfaat untuk kebaikan agribisnis pangan (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan) di Indonesia.
Информация по комментариям в разработке