PRINGSEWU (Lampost.co) -- KabupatenPringsewu banyak memiliki potensi destinasi dan wisata alam serta wisata buatan, termasuk wisata religi. Salah satu wisata religi yang sering dikunjungi warga adalah Pura Giri Sutra Mandala yang berada di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo.
Pura yang juga tempat ibadah bagi umat Hindu ini sering dikunjungi masyarakat Pringsewu dan sekitarnya. Pura ini sbg tempat ibadah umat Hindu dibangun pada 1975 . Luas Pura Giri Sutra Mandala sekitar 2.500 meter persegi, terdiri dari bangunan Kori Agung, pagar, dan Padmasana.
Dalam kompleks pura tersebut terdapat satu balai Santi yang fungsinya sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai tempat sosial, seperti sarana untuk bermusyawarah dan sarana tempat untuk menampung pengungsi korban bencana alam. Pura juga tempat untuk memutuskan tentang urusan umat dan kegiatan upacara keagamaan.
Dalam Perda RTRW No.2 Tahun 2012, Pasal 38 disebutkan kawasan pura diperuntukan wisata budaya, yaitu Pura Giri Sutra Mandala.
.
Jika ditempuh dari Bandar Lampung, Pura Giri Sutra Mandala ini memakan waktu sekitar 1 jam. Dari jalan utama Gadingrejo, tepatnya dari Tugu Gajah, Bulokarato, sekitar 7 kilo meter dan dari tugu eks ABC hanya sekitar 5 kilometer.
Konon, menurut warga setempat, Kori Agung dibangun oleh pengusaha dari Tanjungkarang. Ceritanya saat itu pengusaha tersebut mengalami sakit dan bangkrut dalam usahanya. Pada saat kondisi sedang sakit dan bangkrut, pengusaha itu bermimpi untuk membangun Kori Agung.
Meskipun sedang sakit ia pun membangun Kori Agung sesuai mimpinya, terbangunlah bangunan tersebut. Setelah selesai membangun Kori Agung, pengusaha dari Tanjungkarang itu rupanya sembuh dari sakitnya, dan usahanya kembali bangkit dan meraih kejayaan.
Menurut warga lainnya, Pura Giri Sutra Mandala, dulunya dinamakan Pura Tiban, yang artinya timbul secara tiba-tiba.
Anton Subagyo, salah satu tokoh pemuda umat Hindu, menjelaskan pura itu dahulu pernah dinamakan Pura Tiban atau ada secara tiba-tiba. Keyakinan masyarakat Hindu kala itu memang benar pernah memberi nama Pura Tiban.
Anton menjelaskan Pura Tiban maksudnya adalah Pura Giri Sutra Mandala, awalnya di ketahui masyarakat secara tiba-tiba sudah berdiri. Apalagi pura yang berdiri di atas gunung itu dinilai jarang dihuni manusia.
Setelah ditemukan, barulah masyarakat merawat dan menjaganya serta menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada. Ketinggian pura mencapai sekitar 7 meter, yang dibangun dengan fondasi batu dan badan bangunan atas pura dengan bata.
Dinamakan Pura Giri karena dibangun di atas pegunungan yang tinggi, sedangkan Mandala adalah bangunan di atas gunung atau mandala adalah tempat tempat suci yang ada di gunung. Jadi tujuannya menyucikan diri seperti layaknya kain sutra.
Menurutnya, Pura Tiban maknanya juga bisa memberi manfaat bagi orang yang datang, untuk memohon sesuatu.
Anton menambahkan pengunjung di Pura Giri Sutra Mandala ada yang dari Jawa Tengah, juga dari Universitas Kyoto, Jepang. Khusus untuk kunjungan dari Universitas Kyoto, memang bukan kunjungan biasa, melainkan kunjungan dalam rangka penelitian masyarakat Hindu dan tempat suci umat Hindu.
Bagi umat Hindu, yang akan mengunjungi Pura Giri Sutra Mandala, ada beberapa syarat atau aturan, di antaranya tidak dibolehkan atau cuntake/larangan orang sedang haid/datang bulan, salah satu keluarganya yang meninggal dunia belum sempat disucikan/lukat.
Kalau masyarakat umum ada beberapa larangannya yang harus dipatuhi saat berkunjung ke Pura Giri Sutra Mandala, yaitu tidak boleh memasuki mandala utama, artinya pengunjung hanya sampai batas Kori Agung, tidak boleh pakai alas kaki, harus berpakaian bersih atau memakai adab persembahyangan. Pakaian bisa dipinjami. Kalau ada pengunjung yang mau bersemadi pada malam purnama, malam kliwon, bisa menghubungi Mbah Mangku Pura Giri Sutra Mandala (juru kunci).
Anton melanjutkan pengunjung di hari biasa, rata-rata sekitar 10—30 orang, tetapi kalau hari libur bisa lebih banyak. Pengunjung di Pura Giri Sutra Mandala karena pura ini dekat dengan objek wisata lain, yaitu Telaga Gupit dan Tegal Pujorahayu. Inilah sarana rekreasi yang ada di sekitar Pura Giri Sutra Mandala.
https://www.google.com/amp/s/m.lampos...
Информация по комментариям в разработке