Sejarah Kerajaan Amfoang di Nusa Tenggara Timur
Kerajaan Amfoang adalah sebuah
kerajaan di Pulau Timor bagian barat
laut, penduduknya terdiri dari suku
Atoni.
Pada abad ke- 16 bangsa Portugis tiba
di Pulau Timor dan ratusan tahun kemudian tibalah bangsa Belanda.
Pertempuran kedua bangsa untuk
memperebutkan hegemoni di pulau
tersebut pun berkecamuk. Sejumlah
kerajaan di pulau tersebut secara
bergantian bersekutu dengan kedua
belah pihak dan juga dengan orang
Topas, kelompok penduduk berdarah
campuran yang sudah sejak lama
memegang kekuasaan di bagian yang
dikuasai Imperium Portugal.
Kerajaan Amfoang berada di sisi barat
Oecussi-Ambeno, pusat kekuatan
bangsa Portugis dan Topas. Oecussi-
Ambeno berada di bawah pengaruh
Amfoang. Pada tahun 1659 hanya
seorang pendeta yang tinggal di sini
menurut sumber Belanda.
Menurut
sumber Belandadari abad ke- 17
Kerajaan Sonbai tumpang tindih
dengan Kerajaan Amfoang. Sonbai
berperan sebagai pemimpin di Timor
Barat.
Pada tahun 1683 Nai Toas, pemimpin
militer Amfoang yang juga saudara
raja, mencari perlindungan di Kupang
bersama dengan 154 pengikutnya.
Karena popularitasnya, ia takut
dibunuh oleh raja. Lainnya juga ikut
melarikan diri dan bermukim di
Oesapa, Kelapa Lima, Kupang. Pada
tahun itu juga, Amfoang memutuskan
untuk bersekutu dengan Vereenigde
Oostindische Compagnie (VOC) dan
menjadi salah satu dari "5 Sekutu
Setia" Belanda, yang sejak abad ke- 18
membentuk kekuatan kecil di Timor.
Hingga tahun 1756 , VOC memegang
kekuasaan tertinggi di Timor Barat
meskipun penguasa setempat (raja)
masih memegang kendali langsung
atas wilayahnya. Pada tahun1800
Belanda membagi Amfoang dalam 2
bagian yaitu Amfoang Naikliu dan Amfoang Timau.
Raja Amfoang Naikliu berkuasa di
Naikliu dan sejumlah desa kecil,
sementara Raja Amfoang Timau
berkuasa di pegunungan dan
pedalaman. Antara tahun 1864 - 1870
Kerajaan Sonbai dan Sorbian
Amfoang berperang di Kerajaan
Kupang untuk hak pemanfaatan
pinang. Pada tahun 1910 kedua
kerajaan yang sebelumnya terpecah
itu dipersatukan oleh Talnoni, Raja
Amfoang Naikliu. Wangsa tersebut
tidak diakui oleh penduduknya.
Pada abad ke-20 , kerajaan tersebut
dikuasai oleh Hindia-Belanda. Hingga
tahun 1962 , Raja Amfoang memiliki
kekuasaan lokal. Raja amfoang Robbet
Mano.
Bekas wilayah Kerajaan Amfoang kini
berada di ;
Amfoang Barat Daya
Amfoang Barat Laut
Amfoang Utara
Amfoang Tengah
Amfoang Selatan
Amfoang Timur
Kini ada Raja Amfoang yang telah
ditabalkan. Pemegang jabatan
tersebut saat ini adalah Robert Gordon
Manoh sejak tanggal 27 September
2001. Ia merupakan putera ke-4 dari
raja terakhir yang berkuasa, dan
merupakan anggota dewan setempat.
gerbang kerajaan, kerajaan adonara, kerajaan di indonesia, kerajaan amarasi, kerajaanamarasi, sejarah kerajaan, kerajaan di nusatara, kerajaan wehali, kerajaan kolana alor ntt, kerajaan larantuka, awal kerajaan timor, kerajaan oenam, kerajaan di flores, kerajaan di kupang, kerajaan alor, kerajaan molo, kerajaan di larantuka, kerajaan timor, kerajaan, kerajaan di ntt, kerajaan lidak, #kerajaanlarantuka
Информация по комментариям в разработке