Para kekasih Allah, para wali dan hamba yang dipilih, selalu menjadi sosok yang menghadirkan pertanyaan dalam hati banyak orang. Mengapa wajah mereka tampak bercahaya, penuh ketenangan, dan tubuh mereka seakan tidak dimakan usia? Ada rahasia batin yang jarang disadari: cahaya mereka bukanlah sekadar kecantikan lahir, tetapi pancaran dari hati yang selalu terhubung kepada Allah.
Wajah yang bercahaya lahir dari hati yang jernih. Hati yang bersih dari dengki, iri, amarah, dan kesombongan, akan menjadi cermin bagi cahaya Ilahi. Inilah yang membuat para kekasih Allah selalu tampak sejuk dipandang, meski usia mereka telah senja. Sebab yang memancar bukan raga semata, melainkan ruh yang hidup dalam dzikir dan cinta kepada Allah.
Tubuh mereka pun seakan tidak menua sebagaimana tubuh orang kebanyakan. Rahasianya bukan karena bebas dari hukum alam, tetapi karena jiwa mereka selalu tenteram. Jiwa yang damai, hati yang ridha, dan batin yang ikhlas, mampu menjaga tubuh dari kerusakan cepat akibat stres, amarah, dan kesedihan yang berlebihan. Ketenangan batin adalah obat paling mujarab yang membuat tubuh terasa ringan, wajah senantiasa teduh, dan langkah selalu mantap.
Dzikir adalah kunci utama. Nafas yang selalu dibarengi nama Allah, hati yang tidak pernah kosong dari ingatan kepada-Nya, menjadikan setiap sel tubuh diterangi energi ketuhanan. Cahaya ini bukan hanya menenangkan jiwa, tetapi juga meresap ke dalam tubuh, menjadikannya kuat, seimbang, dan bercahaya. Inilah mengapa para kekasih Allah tampak berbeda dari manusia kebanyakan.
Selain itu, para wali Allah senantiasa menjaga kesederhanaan hidup. Mereka tidak larut dalam kerakusan dunia, tidak membiarkan hawa nafsu merusak jiwa dan raga. Mereka makan sekadarnya, tidur seperlunya, bekerja dengan ikhlas, dan menaruh seluruh harapannya hanya pada Allah. Kesederhanaan itu menjaga tubuh mereka tetap sehat, pikiran mereka tetap jernih, dan wajah mereka tetap bercahaya.
Pesan yang bisa kita ambil adalah: siapapun bisa mendapatkan cahaya itu, bukan hanya para wali. Setiap orang yang menjaga hatinya dari kebencian, yang ikhlas dalam ibadah, yang ridha dengan takdir, dan yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap hela nafasnya, akan merasakan cahaya yang sama. Mungkin tidak seterang para kekasih Allah, tetapi cukup untuk menghadirkan kedamaian dalam hidupnya.
Maka, rahasia tubuh para kekasih Allah yang tidak pernah tua dan wajahnya selalu bercahaya bukanlah hal mistik yang tidak bisa dijelaskan. Itu adalah buah dari cinta mereka yang tulus kepada Allah, dari hati yang bersih, jiwa yang ikhlas, dan dzikir yang terus hidup dalam setiap detik kehidupan mereka.
Jika kita ingin merasakan sedikit dari cahaya itu, mari kita mulai dari diri sendiri: belajar berdzikir dengan hati yang hadir, menjaga lisan dari kata yang sia-sia, menenangkan jiwa dari amarah, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Dengan begitu, cahaya itu pun akan meresap ke dalam diri kita, menuntun langkah, dan memberi arti pada kehidupan.
#jalanmenujuallah #spiritualislam #cahayailahi #cahayadzikir #dzikirhati #dzikirsejati #kedekatandenganallah #dzikirdalamnafas #ketenanganhati
Информация по комментариям в разработке