#onroadindonesia #onroad #indonesia #dawuan #kalihurip #cikarangutama #cikopo #cipali
#tol #cikampek #mbz #jakarta #halim #cawang #bekasi #cibitung #cikarang #layang #japeklayang #bandung #jakartacikampek #jakartabandung #lrt #mrt #keretacepat #kjcb #kcic
Sumber:
https://ekonomi.bisnis.com/read/20220...
https://money.kompas.com/read/2022/04...
https://finance.detik.com/infrastrukt...
https://bpjt.pu.go.id/peta-situs
Jalan Tol Jakarta–Cikampek atau Jalan Tol Jakpek adalah sebuah jalan tol dari Cawang menuju Cikopo. Jalan tol ini mempunyai gerbang tol Halim, Pondok Gede Barat, Pondok Gede Timur, Cikunir, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung, Cikarang Barat, Cibatu, Cikarang Timur, Karawang Barat, Karawang Timur, Dawuan, Kalihurip, Cikampek Utama, dan Cikopo. dan melintasi Kota Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta. Jalan tol ini terletak bertindihan dengan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed di ruas Cikunir-Karawang Barat sepanjang 36,84 kilometer. Panjang total jalan tol ini adalah 73 kilometer.
Jalan tol Jakarta-Cikopo mulai diujicoba pada tanggal 21 September 1988 dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 November 1988. Beberapa waktu sebelum Krisis Moneter 1997-1998, PT Cipta Marga Nusapala, Sinarmas Land, hingga Deltamas akan membangun megaproyek tiga trayek yang akan saling terhubung dengan Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Pertama, dari Halim menuju Pondok Gede (Rencana Tol JORR), Cibubur Hingga Jonggol. Kedua, Jalan Tol Kota Deltamas-Jonggol-Cianjur hingga Padalarang (Tol Padaleunyi). Ketiga, Citeureup (Tol Jagorawi)-Pabuaran-Jonggol hingga Cipanas. Ketiga trayek ini berkaitan dengan pembangunan Kota Mandiri Jonggol yang akan disiapkan sebagai calon Ibukota Negara Indonesia pada masa itu. Namun, Megaproyek tersebut gagal akibat tersapu Krisis Moneter 1997-1998.
Sejak 2 Maret 2011 pukul 00.00 WIB, sistem pembayaran terbuka telah diterapkan seiring dengan pemindahan gerbang tol utama dari Pondok Gede Timur ke Cikarang Utama. Dalam sistem pembayaran terbuka, kita hanya membayar di gerbang keluar tanpa mengambil tiket karena hanya ada satu pintu di pintu keluar. Sistem baru ini diterapkan untuk menghindari kemacetan lalu lintas di Pondok Gede Timur sebelum dan juga membuat waktu pembayaran yang lebih singkat[butuh rujukan].
Mulai tanggal 13 Juni 2016, 4 gerbang tol utama di ruas tol Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Brebes Timur tidak melayani transaksi. Gerbang tol yang tidak melayani transaksi tersebut mulai tanggal 13 Juni 2016 adalah Cikopo (Cipali), Plumbon 3, Ciperna Utama (Palikanci), dan Mertapada (Kanci-Pejagan). Sehingga transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan di gerbang tol Cikarang Utama, Palimanan, dan Brebes Timur. Tarif tol dari Jakarta (Cikarang Utama) sampai dengan Cirebon (Palimanan) adalah Rp111.000,00.
Pada Mei 2019, Kenaikan tarif dilakukan setelah pemindahan gerbang tol Cikarang Utama ke gerbang tol Cikampek Utama dan Kalihurip Utama.
Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (Jalan Layang MBZ), sebelumnya resmi bernama Jalan Tol Layang Jakarta–Cikampek atau disebut Jakarta-Cikampek Elevated adalah jalan tol layang sepanjang 36,84 kilometer yang terletak di tengah Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jalan tol ini melintasi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia.
Pembangunan Jalan Tol Layang MBZ (Jakarta-Cikampek Layang) berawal dari masalah kemacetan yang kerap terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, terutama saat arus mudik dan arus balik lebaran. Hal tersebut terjadi karena tercampurnya arus komuter Jakarta-Bekasi-Cikarang yang padat dengan arus perjalanan jarak jauh menuju Bandung, Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Oleh karenanya, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Layang dibangun untuk mengurangi kemacetan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting dengan cara memisahkan jalur komuter Jakarta-Bekasi-Cikarang (lajur kolektor/eksisting) dengan jalur perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang) yang dimulai dari simpang susun Cikunir hingga gerbang tol Karawang Barat sepanjang 39 km di KM 9 sampai KM 48. Jalan tol ini dirancang untuk mengakomodir 4 lajur (2 lajur setiap arah) dan kecepatan desain 80 km/jam.
Sumber: Wikipedia
Cheers
On Road Indonesia
Media By: Bang Aris TV
Информация по комментариям в разработке