Kode: CAA#55
Kategori: Primary B
Kitab: Perjanjian Lama
Judul: Rahab
Tentang: Rahab menyembunyikan 2 pengintai Israel di Yerikho
Ayat Hafalan: Matius 6:33
Pesan: Kita sedang mendengarkan dan mempelajari kebenaran yang penting bersama dengan umat Tuhan lainnya di gereja.
Cerita Alkitab Anak:
----------------------------------------------------
Halo adik-adik semuanya. Cerita alkitab anak-anak hari ini berjudul “Rahab”. Ayat hafalannya diambil dari Matius 6:33. Mari kita baca ayat hafalannya bersama-sama ya,
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Natasha sedang duduk di bawah meja yang ditutupi selimut. Dia mengetik dengan mesin tik tua yang tersembunyi di dalam kotak kayu. Selimut dan kotak kayu itu membantu melembutkan suara mesin tik, sehingga tidak terdengar dari luar. Apakah adik-adik tahu mengapa Natasha melakukan itu? Natasha tinggal di negara dimana buku-buku tentang Yesus dilarang. Padahal, buku-buku tentang Yesus penting bagi Natasha dan orang-orang Kristen lainnya di negara itu. Jadi, Natasha mempertaruhkan nyawanya untuk mengetik salinan buku-buku ini agar orang lain dapat belajar lebih banyak tentang Yesus.
Suatu hari, polisi menggedor pintu rumah Natasha. Mereka menangkap Natasha, dan membawanya pergi. Nah adik-adik, dahulu kala, cerita seperti ini pernah terjadi loh. Para penjaga di Yerikho ingin menangkap dua orang yang bekerja untuk Tuhan. Mari kita dengarkan kisah mereka!
Sudah empat puluh tahun berlalu sejak sepuluh pengintai membawa kembali laporan mereka yang mengecewakan. Yosua, pengintai muda yang sama dengan Kaleb membawa laporan bagus tentang Tanah Perjanjian, sekarang adalah pemimpin Israel. Saat ini, dia masih mencari cara untuk memberi semangat kepada orang-orang Israel. Seperti yang dilakukan Musa bertahun-tahun sebelumnya, Yosua juga mengirim pengintai. Kali ini, ada dua pengintai yang pergi ke Tanah Perjanjian. "Pergilah, amatilah negeri itu dan kota Yerikho" kata Yosua kepada mereka. Kemudian, dua pengintai itu menyelinap ke kota Yerikho, kota yang perkasa itu. Malam itu, mereka pergi ke sebuah rumah yang dibangun di atas tembok kota. Rahab, seorang wanita yang tinggal di rumah itu, menerima mereka. Dia tahu bahwa mereka adalah orang Israel, tapi dia mengundang mereka masuk.
Sekarang semua orang di Yerikho, termasuk Rahab, tahu tentang orang Israel. Semua orang tahu bahwa Tuhanlah yang berperang dalam peperangan bangsa Israel, dan itu membuat raja Yerikho dan pasukannya takut. Akan tetapi, gantinya memanggil para tentara, Rahab berbicara dengan kedua pengintai itu dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami yang ada di atap rumahnya. Ketika tentara raja datang dan mengetuk pintu rumah Rahab, Rahab membuka pintu lebar-lebar. "Bawalah keluar orang-orang yang datang untuk memata-matai negeri kita itu!" kata para tentara. "Orang-orang itu pergi dari sini beberapa waktu yang lalu," dia berbohong. "Cepat kejar mereka, kamu pasti dapat menangkap mereka!" Para tentara berlari untuk mencari kedua pengintai.
Kira-kira pada waktu yang sama, pintu gerbang Yerikho juga ditutup. Sudah waktunya penduduk kota itu tidur. Setelah semuanya tenang, Rahab naik ke atap. "Aku tahu Tuhan telah memberikan negeri ini kepada bangsamu," katanya kepada para pengintai. "Kami telah mendengar bagaimana Tuhan mengeringkan air laut teberau untukmu! Semua orang di negeri ini takut! Keberanian kami telah hilang! Aku telah menunjukkan kebaikan kepadamu. Jadi, berjanjilah bahwa kamu juga akan menunjukkan kebaikan kepada keluargaku. Kami akan melakukannya," kedua pengintai itu berjanji. "Nyawa kamilah yang menjadi jaminan bagimu. Engkau akan aman ketika Tuhan nanti memberikan negeri ini kepada kami, asalkan engkau tidak memberi tahu apa yang kami lakukan."
Kemudian, Rahab mengambil tali merah untuk menurunkan mereka melalui jendelanya. "Setelah kami pergi, ikatlah tali ini di jendelamu," kata pengintai itu kepadanya. "Saat kami merebut kota ini, kami akan menyelamatkanmu dan anggota keluargamu yang ada di dalam rumah bersamamu." "Tapi pastikan talinya terikat di jendela." Rahab melihat dua pengintai itu turun dari tali dan menghilang dalam kegelapan. Dia dengan hati-hati mengikat tali merah itu di jendela. Jauh di lubuk hatinya, dia tahu bahwa dia telah menemukan kebenaran yang sangat penting. Tuhan Allah Israel adalah Allah yang benar. Sejak hari itu, Rahab memutuskan untuk menjadikan Tuhan Allah Bangsa Israel sebagai Tuhannya.
Информация по комментариям в разработке