Rumah sakit soeradji tirtonegoro klaten adalah rumah sakit vertikal terletak di kabupaten klaten propinsi jawa tengah. Dalam Penyelengggaraan Kesehatan Lingkungan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten ada 4(empat) macam pengamanan limbah yaitu pertama, Pengamanan Limbah Cair. Seluruh limbah cair kegiatan rumah sakit secara gravitasi masuk ke bak inlet sebelum dilakukan pengolahan selanjutnya yaitu bak aerasi dan bak outlet. Bak Aerasi, merupakan bak pengolahan limbah cair utama dengan proses penambahan atau suplai udara, dilengkapi 2 blower yang berkerja selama 24 jam secara bergantian. Bak Outlet, Bak hasil olahan limbah cair/limbah cair terolah sebelum di buang kebadan air. Berdasarkan PerMenkes no 7 th 2019 Minimal 1 bulan sekali out limbah cair wajib di uji laboratorium. Di laboratorium terakreditasi Nasional.
Kedua, Pengamanan Limbah Padat B3. Limbah B3 dari unit penghasil dilakukan pemilahan dan pengangkutan oleh petugas sanitasi. Limbah B3 yang dihasilkan dari unit penghasil sebelum masuk di TPS Limbah B3, dilakukan Penimbangan dan pencatatan pada logbook Limbah B3 dan limbah disimpan di TPS Limbah B3. Limbah yang telah disimpan di TPS Limbah B3 diserahkan pada penyedia jasa pihak Ke III yang berijin Didalam pengelolaan limbah B3 terdapat upaya Pengurangan limbah padat B3 dengan pola 3R (reuse, reduce, dan recycle). proses perlakuan terhadap limbah B3 menjadi limbah Non B3.
Ketiga, Pengamanan Limbah Domestik Dilakukan mulai dari pemilahan ditempat penimbulan, pengumpulan dan pengangkutan , Pemilahan limbah domestik an organik melalui bank sampah dan limbah organik dengan komposting untuk pembibitan tanaman. Khusus limbah an organik bekerja sama dengan pihak ke 3 untuk proses daur ulang dengan pola 3 R.
Keempat, Pengamanan Limbah Gas. Cerobong Genset berfungsi untuk menarik keluar udara dari proses pembakaran serta menguraikan polutan.Tinggi dan diameter cerobong harus memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain pengamanan Limbah, penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten juga menangani Penyelenggaraan Linen Internal. Proses Pemilahan Linen Infeksius dan non Infeksius, linen kotor antara linen infeksius dan linen Non Infeksius dimulai dari tempat pengguna linen. Pengangkutan Linen Kotor pun dibedakan antara linen infeksius dan linen non infeksius diangkut menuju laundry, Instalasi Sterilisasi Sentral dan Binatu. Linen kotor yang sudah masuk ke laundry dilakukan proses pencucian sampai pengeringan, Waktu proses pencucian tetap dibedakan antara linen infeksius dan non infeksius. Linen yang sudah dari proses pengeringan dilakukan peyetrikaan, kemudian di simpan di tempat penyimpanan linen bersih sebelum distribusikan ke pengguna linen berdasarkan permintaan .
Kemudian penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten juga berperan dalam Kesehatan Sarana dan Bangunan. RSST telah menyediakan toilet pengunjung, Sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), Toilet untuk Diffable, Lantai dan dinding sesuai persyaratan : kedap air, kuat, tidak licin, warna terang, dan mudah dibersihkan, pertemuan lantai dan dinding berbentuk konus, Pintu utama lebar minimal 120 cm, Pintu kamar mandi terbuka arah keluar, Bukaan jendela terbuka secara maksimal, Atap kuat dan tidak bocor, serta langit – langit berwarna terang dan mudah dibersihkan dengan tinggi minimal 2,8 M dan tinggi selasar (koridor) 2,4 M. Termasuk dalam kesehatan sarana dan bangunan, Pest control dengan Penempatan Trap Kecoa dan Lalat juga diterapkan.
Tidak kalah penting juga, dalam penyelenggaraan Kesehatan lingkungan adalah pengukuran Lingkungan Fisik. bertujuan untuk memantau kualitas udara ruang rumah sakit, menggunakan alat multiparameter untuk Parameter Pencahayaan, Kelembaban, Suhu dan kebisingan.
Информация по комментариям в разработке