Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan, saya Satary Mawadda.
Pada kesempatan ini, saya akan mempresentasikan sebuah inovasi pelayanan publik yang dikembangkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat. Presentasi ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas Mata Kuliah Manajemen Pelayanan Publik di Universitas Terbuka Bandung.
“Pelayanan publik merupakan fondasi penting dalam upaya pemerintah memenuhi kebutuhan warganya. Di sektor pendidikan, pelayanan yang baik bukan hanya soal administratif, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah daerah dapat memastikan kualitas dan kecepatan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat Tahun 2024, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat mendapatkan nilai yang cukup baik. Tetapi data tersebut juga menunjukkan sejumlah masalah yang perlu segera diperbaiki. Mulai dari responsivitas petugas yang belum konsisten, informasi layanan yang kurang diperbarui, hingga pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal.
Berbagai tantangan ini mendorong perlunya sebuah inovasi layanan yang lebih modern, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Dari kebutuhan tersebut, lahirlah gagasan Edu-Service Hub KBB. Sebuah platform layanan pendidikan terintegrasi yang dirancang untuk menjawab permasalahan yang selama ini terjadi.
Melalui Edu-Service Hub KBB, masyarakat dapat memperoleh layanan informasi 24 jam melalui chatbot, memantau proses layanan secara real-time, menyampaikan pengaduan secara digital, hingga mendapatkan pendampingan literasi digital. Bahkan bagi warga yang kesulitan menggunakan teknologi, tersedia kios layanan digital di front office.
Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas dan efisiensi, tapi juga sejalan dengan prinsip Good Governance: lebih transparan, lebih akuntabel, dan lebih responsif. Edu-Service Hub KBB juga mendukung paradigma New Public Service, di mana pemerintah hadir bukan untuk mengendalikan, tetapi untuk melayani dengan humanis, profesional, dan mudah diakses oleh siapa pun.
Tentu saja, setiap inovasi memiliki tantangan. Rendahnya literasi digital, resistensi pegawai terhadap perubahan, gangguan jaringan, hingga keterbatasan anggaran menjadi hambatan yang perlu dikelola. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur, kolaborasi dengan Diskominfo, serta pengembangan sistem secara bertahap menjadi langkah strategis yang harus dilakukan.
Pada akhirnya, upaya menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas adalah tanggung jawab bersama. Dengan inovasi yang tepat, dukungan teknologi, serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bandung Barat dapat terus ditingkatkan. Edu-Service Hub KBB menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat bergerak menuju sistem yang lebih cepat, lebih terbuka, dan lebih berpihak kepada masyarakat.”
Demikian presentasi yang dapat saya sampaikan.
Semoga inovasi ini dapat menjadi inspirasi dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Информация по комментариям в разработке