Asal Usul dan Arti Gelar "Ode" Muna/Buton
Untuk masyarakat Sulawesi tenggara pasti tidak akan asing lagi ni dengan istilah nama Ode. Tentu wajar mengingat penggunaan nama Ode Di awal nama pada beberapa orang yang diketahui berasal dari suku Muna atau buton sering kita jumpai.
1. Arti Gelar Ode
makna simbolik La Ode dan Wa
Ode adalah: “arti simbol Identitas La Ode dan Wa Ode adalah : La Ode terbentuk
dari dua kata dari filologi huruf arab.
.
La adalah singkatan kata simbol dari “Laillaha Illallah” sedangkan Wa Ode singkatan dari Wa yaitu simbol dari
“Washadu anna Muhammadah Rasulullah” (jadi La bukan penggalan tapisimbolik dari Lailallaha Ilallah) sedangkan Ode adalah berarti bangsawan yang
ditemukan dalam literatur bahasa arab yang tua.
.
La Ode artinya adalah orang yang
mulia atau terpuji di Depan Allah. Berangkat dari kata ini maka hendaknya laah
para bangsawan (anak-anak) menjaga lidah, dan semua indera.
.
Karena awalnya
La Ode itu tidak diberikan kepada anak turunan hanya diberikan kepada sultan
terpilih. Kemudian terjadi perubahan policy oleh siolimbona (sebelumnya 8 orang,
kemudian untuk mempermudah voting ditambah 1 orang lagi jadi 9).
.
Keputusan
untuk memberikan nama La Ode da Wa Ode untuk anak turunan bangsawan
adalah untuk melakukan indentifikasi kepada anak turunan para anak siapa tau di
kemudian hari ditemukan bibit kepemimpinan pada diri mereka.
Asal kata Ode merupakan bahasa hidup yang berasal dari bahasa arab,
dimana serangkaiannya dengan Kata La/Wa juga dari bahasa arab, sehingga dua
kata tersebut menjadi bahasa/huruf hidup (La/Wa+Ode).
.
Secara etimologi kata “Ode” berasal dari kata :
Wa Ode yang berarti orang yang telah berjanji, dimana huruf “Wa” pada
kata “Ode” secara tata bahasa arab menjadi kesatuan dari kata ode itu sendiri yang
berarti janji (asal katanya/kata dasar) yang diartikan huruf “wa” tidak mempunyai
makna (bukan bermakna “dan”), sehinga kata ode adalah janji yang dikenakan
pada subyek (orang) yang telah berjanji.
.
Dengan hal tersebut, maka kata “Ode”
berarti seseorang yang telah berjanji. Dengan menggunakan kata depan La/Wa
menjadi La Ode dan Wa Ode diartikan sebagai seorang laki- laki yang telah
berjanji (La Ode) dan demikian juga untuk perempuan (Wa Ode) dengan
penulisan kata terpisah
3. Asal Usul Gelar Ode Pada Suku Muna
Sedangkan kemunculan kata Ode pada nama bangsawan bermula pada
ketika raja Muna Sangia La Tugho membayar nazarnya pada tahun 1712 M,
bahwa yang penting permaisurinya Wa Sope dapt melahiirkan seorang anak, maka
bayi yang akan di panggil “ Ode”.
.
Sehingga kata ini juga kemudian ikut digunakan kepada bagsawan yang hidup saat itu. Oleh karena itu raja yang
menggunakan nama Ode yaitu anak Sangia La Tugho yang diberi nama La Ode Husain. sehinga dari saat itulah samapai sekarang dapat disimpulkan bahwa
penggunaan kata La Ode bagi laki – laki dan Wa Ode bagi perempuan dipercaya
sebagai nama – nama bangsawan dan yang bersumber dari Al-Qur’an yakni
kalimat syahadat dan dipercaya sebagai manusia paling mulia di masyarakatnya.
5. Asal Usul Gelar Ode Pada Suku Buton
Dalam kesusatraan Indonesia, Kata Ode diadopi dari bahasa latin, yang dimasukan ke dalam kesuastraan Melayu-Indonesia pada 1930-an sebagai suatu jenis puisi baru. Versi lain menyebutkan, gelar Ode pertama kali digunakan pada Abad ke- 13 atau ke-14 oleh seorang perempuan hebat, dan termasuk penguasa Buton pertama, Ratu Wa Kaakaa. Pendapat ini dikuatkan dengan alasan bahwa kata La Ode berasal dari nama seorang filsuf Cina yang termashur yakni Laotze. Sebab, Wa Kaakaa diyakini sebagai anak dari raja Kubilai Khan, dari Cina.
Ada pula menyebutkan penggunaan Ode pada masa pemerintahan sultan Buton, La Ngariirii atau Sultan Tzqiuddin Darul Alam, pada abad ke-18, terutama oleh menantunya, Saidi Raba, yang menyebut setiap anak di istana dengan sebutan Ode.
Gelar ode pertama kali digunakan oleh para raja-raja di Buton ketika dilantik. Akan tetapi, setelah pelantikan, gelar Ode itu tidak digunakan lagi. Itulah sebabnya, jarang dijumpai penguasa (raja/sulatan) di Buton, mengunakan gelar Ode.
(Bila dikaji lebih jauh, ternyata kata Ode berasal dari prama sastra melayu yang bermakna pujaan kepada seorang yang berjasa kepada Negara dan bangsa. Cara berfikir ini berkorelasi dengan tradisi lisan pendidiri kuasa Buton yang berasal dari Tanah Melayu, semenanjung Malaka, yakni Mia Patamia.
.
Mereka berasal dari tanah Melayu dan karena jasanya meletakan dasar pemerintahan sehingga kemudian terbentuknya kerajaan Buton, maka mereka didiberi gelararan Ode sebagai tanda penghargaan atas jasanya. Karena itu mereka dan keturunannya terintegrasi ke dalam struktur social masyarakat Buton dan termasuk golongan social atas yang disebut walaka (Hamid, 2011).Abd. Rahman Hamid, 2011)
Информация по комментариям в разработке