Logo video2dn
  • Сохранить видео с ютуба
  • Категории
    • Музыка
    • Кино и Анимация
    • Автомобили
    • Животные
    • Спорт
    • Путешествия
    • Игры
    • Люди и Блоги
    • Юмор
    • Развлечения
    • Новости и Политика
    • Howto и Стиль
    • Diy своими руками
    • Образование
    • Наука и Технологии
    • Некоммерческие Организации
  • О сайте

Скачать или смотреть Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani

  • ID POST
  • 2025-12-30
  • 666
Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani
  • ok logo

Скачать Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani бесплатно в качестве 4к (2к / 1080p)

У нас вы можете скачать бесплатно Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani или посмотреть видео с ютуба в максимальном доступном качестве.

Для скачивания выберите вариант из формы ниже:

  • Информация по загрузке:

Cкачать музыку Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani бесплатно в формате MP3:

Если иконки загрузки не отобразились, ПОЖАЛУЙСТА, НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если у вас возникли трудности с загрузкой, пожалуйста, свяжитесь с нами по контактам, указанным в нижней части страницы.
Спасибо за использование сервиса video2dn.com

Описание к видео Program Swasembada Pangan, DKPP Purworejo Salurkan 258 Alsintan ke Petani

ID POST - Pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran berbagai bantuan, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta pupuk. Hingga November 2025, realisasi bantuan alsintan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah mencapai 258 unit.

Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Fitria Kurniawati, mengatakan bantuan tersebut didominasi oleh hand sprayer atau alat semprot tangan sebanyak 200 unit.

“Total bantuan alsintan sampai November 2025 ada 258 unit. Yang paling banyak adalah hand sprayer sebanyak 200 unit,” kata Fitria, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (31/12/2025).

Selain hand sprayer, bantuan yang disalurkan terdiri atas berbagai jenis alsintan lain, seperti power thresher (perontok padi), rice transplanter (mesin tanam padi), hand tractor (traktor tangan), pompa air, rotavator, hingga combine harvester (mesin panen).

Fitria menjelaskan, penyaluran bantuan alsintan dari pemerintah pusat bersifat by name by address. Namun, untuk tahun 2025, sebagian Surat Keputusan (SK) penerima baru turun menjelang akhir tahun.

“Sebagian lainnya diperkirakan akan terbit pada Januari 2026,” ujarnya.

Program bantuan alsintan ini merupakan kelanjutan dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) yang telah berjalan sejak 2024. Fitria menuturkan, sejak tahun lalu, kelompok tani sudah banyak menerima bantuan pompa air dan combine harvester.

“Di tahun 2025 ini, seiring program swasembada pangan nasional, bantuan semakin diperkuat dengan benih, pupuk, dan alsintan,” terangnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan optimal oleh petani agar tidak ada lahan pertanian yang menganggur. Untuk mendukung irigasi, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR).

Koordinasi diperlukan karena kewenangan dinas pertanian hanya pada jaringan irigasi tersier, sementara irigasi primer dan sekunder menjadi tanggung jawab instansi lain.

Di sisi lain, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), khususnya tikus, masih menjadi tantangan. Penanganan hama ini dinilai cukup sulit karena berada di bawah tanah.

“Sementara ini penanganan masih dilakukan secara gotong royong oleh petani. Ke depan, salah satu solusi yang dinilai efektif adalah pemanfaatan rumah burung hantu. Namun untuk pengadaannya, saat ini belum ada program khusus,” ungkap Fitria.

Meski demikian, dampak cuaca ekstrem dan OPT terhadap sektor pertanian di Purworejo sepanjang 2025 dinilai tidak terlalu signifikan.

Beberapa wilayah memang terdampak, tetapi skalanya relatif kecil dan petani masih dapat melakukan tanam ulang.

Sementara itu, untuk distribusi pupuk bersubsidi, Fitria menyebut serapannya hampir maksimal per akhir Desember 2025. Data per 29 Desember 2025 menunjukkan, serapan pupuk urea telah mencapai 98 persen, sedangkan pupuk NPK mencapai 99 persen.

“Secara stok dan distribusi aman. Persepsi kelangkaan di masyarakat biasanya muncul karena waktu kedatangan pupuk yang bertahap, bukan karena pupuknya tidak ada,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, pihaknya telah menyiapkan alokasi pupuk bersubsidi. Surat Keputusan alokasi telah disampaikan, disertai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Usaha Distribusi dengan penyalur.

“Untuk 2026, alokasi pupuk urea sebesar 13.491 ton dan NPK sekitar 15.000 ton. Harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dan pupuk sudah bisa ditebus mulai awal Januari 2026,” pungkas Fitria.

Ia berharap dukungan sarana, pupuk, dan teknologi pertanian modern ini dapat mendorong peningkatan produktivitas. Harapan lain, langkah ini bisa menarik minat generasi muda atau petani milenial untuk terjun ke sektor pertanian.

#alsintan #pertanian #Purworejo #swasembadapangan #petani #pupukbersubsidi #ketahananpangan #beritaterkini #shorts

Комментарии

Информация по комментариям в разработке

Похожие видео

  • О нас
  • Контакты
  • Отказ от ответственности - Disclaimer
  • Условия использования сайта - TOS
  • Политика конфиденциальности

video2dn Copyright © 2023 - 2025

Контакты для правообладателей [email protected]