Minggu : 4 Februari 2024
Teks : Kejadian 30 : 37 - 43
Thema : Kecerdikan Yakub
Lagu Pengantar : Didalam Dunia Ada Dua Jalan
Melalui firman Ini, kita akan semakin mengenal sosok Yakub. Siapakah Yakub ? Dia adalah anak dari Ishak dan Ribka, cucu dari Abraham dan Sara. Yakub mempunyai kakak kembar bernama Esau. Mereka berdua pernah berbeda pendapat tentang menjadi anak pertama untuk mendapat doa berkat dari ayah mereka, Ishak. Karena perbedaan pendapat itu mereka terpisah jauh. Esau tinggal bersama kedua orangtuanya, Ishak dan Ribka; sementara Yakub pergi ke rumah Pamannya, Laban di tanah Haran, sangat jauh dari orangtuanya. Mereka terpisah sudah sangat lama, lebih dari 14 tahun, hingga mereka masing-masing telah memiliki istri dan anak-anak.
Suatu saat, Yakub merindukan keluarga yang ditinggalkannya. Yakub ingin pulang dan berdamai dengan kakak kembarnya, Esau. Yakub hendak membawa serta istri dan anak-anaknya untuk pulang ke kampungnya. Terlebih dahulu Yakub meminta ijin kepada Pamannya, Laban yang sekaligus sebagai mertuanya. Mertua itu artinya orangtua dari isteri atau suami seseorang. Laban mengijinkan Yakub untuk pergi. Laban juga memberi upah kepada Yakub atas kerja keras yang telah Yakub lakukan selama berada bersama Laban. Apakah upah yang diberikan Laban ? Sesuai kesepakatan antara Laban dan Yakub, maka Yakub akan menerima upah berupa kambing domba Laban yang dipelihara oleh Yakub, yakni seluruh kambing domba yang berwarna hitam dan belang-belang. Maka Yakubpun memisahkan domba-domba yang akan menjadi miliknya, yakni semua kambing domba yang berwarna hitam dan belang-belang.
Pada saat pemisahan kambing domba itu, Yakub mengambil dahan dari pohon: hawar, badam dan berangan dan mengupasnya kulitnya. Dahan pohon itu diletakkan pada palungan tempat minum kambing domba untuk memudahkan Yakub dalam pemisahan kambing domba. Dahan pohon hawar itu berwarna putih, lalu ditempatkan pada palungan minuman kambing domba yang putih. Dahan pohon badam itu berwarna coklat tua hingga coklat muda, lalu ditempatkan pada palungan minuman kambing domba hitam/berwarga gelap. Dahan pohon berangan berwarna coklat, keabuabuan dan ada nuansa warna lain, lalu ditempatkan pada palungan minuman kambing domba yang berbelang-belang. Sehingga nampaklah kambing domba itu minum bersama dengan kelompok yang sama warnanya. Penampakan yang yang indah kan adik-adik…
Saat semua kambing domba itu minum dari palungan minuman masing-masing, banyak diantara kambing domba itu yang suka kawin silang, yakni antara kambing domba yang hitam dan dan kambing domba yang putih, maupun dengan yang belang-belang. Nah, adik-adik….perkawinan silang antara kambing domba yang demikian tentu akan menghasilkan banyak anak kambing domba yang berbelang-belang, yang kemudian akan menjadi milik Yakub. Demikianlah kecerdikan Yakub agar kambing domba miliknya semakin banyak dan bertambah-tambah.
Adik-adik,… perkawinan silang antar binatang sejenis yang memiliki warna kulit yang berbeda, diperkirakan akan membiakkan/menghasilkan binatang dengan warna kulit yang berbelang-belang lebih banyak. Itulah salah satu pengetahuan yang didapat oleh Yakub dari pengalaman beternak kambing domba selama bertahun-tahun di negeri pamannya, Laban. Ia menggunakan pengetahuan dari pengalamannya itu untuk menambah kekayaannya. Dan itu sangat baik. Jadi, Yakub tidak mencuri kambing domba milik pamannya, melainkan karena perkembangbiakan ternak silang yang diupayakan oleh Yakub. Itulah kecerdikan yang baik, yang berasal dari pengetahuan atau pengalaman Yakub sendiri.
Wah, adik-adik….ternyata memiliki pengetahuan dan pengalaman itu sangat baik untuk kemajuan atau peningkatan kehidupan kita dimasa yang akan datang. Apakah adik-adik mau menjadi cerdik seperti Yakub dalam firman Tuhan ini ? Tentunya mau dong, .. karena itu berguna untuk kebaikan hidup. Dan tentunya kecerdikan itu, tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui pengalaman hidup selama bertahun-tahun. Demikian juga adik-adik yang saat ini sedang sekolah, atau belajar mengikuti les tertentu untuk menambah pengetahuan maupun mendalami bakat/talenta. Sama seperti ketekunan Yakub dalam beternak selama bertahun-tahun, akhirnya ia mendapat upah yang sangat banyak dari kecerdikan oleh pengetahuan dan pengalamannya. Jika adik-adik menekuni belajar atau masa pendidikan saat ini, maka, kurang lebih dari 14 tahun yang akan datang, adik-adik sudah menjadi cerdik menggunakan pengetahuan, pengalaman belajar untuk memudahkan mencapai apa yang diinginkan.
Ayat Hafalan : Roma 12 : 11
Janganlah hendaknya, kerajinanmu kendor, biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan
Информация по комментариям в разработке