#SHOLAWAT #QASIDAH
Single #4 : “Asyraqat Syamsu At-Tajalli”, mengenang Syeikhah Dr. Ablah Kahlawi.
Masih karya sederhana dari santri-aktivis Kelompok Studi Walisongo (KSW) Mesir. Sebelumnya mengeksplorasi kasidah karangan Sufi asal Yaman. Sekarang, gilirannya kasidah yang biasa didendangkan di Maroko. Hanya saja kami elaborasikan bersama bait-bait gubahan Syeikh Abdul Ghoni An-Nabulsi (w.1731 M). untuk mengenang setahun wafatnya Syeikhah Dr. Ablah Kahlawi (w.2021 M), seorang ulama perempuan Al-Azhar yang kerap melantunkannya di berbagai kesempatan. Syeikhah Ablah Kahlawi baru wafat setahun lalu, setelah terpapar virus Covid-19. Dan tanggal 24 Januari kemarin peringatan Haulnya pertamanya.
Bisa dibilang Ablah Kahlawi adalah ulama perempuan Al-Azhar yang intensitas komunikasi “ruhiyyah” dengan baginda nabi Muhammad Saw. terbilang sering. Barangkali karena berkah bapaknya Muhammad Kahlawi Al-Azhari, yang semasa hidupnya banyak melantunkan sholawat dan mencipta musik “Ad-diniyyah”. Nyanyiannya sangat populer di jagad arab semasa hidupnya.
Menurut cerita Ablah saat masih hidup. Ayahnya Muhammad Kahlawi sempat mengalami gangguan dengan pita suaranya, dan tidak bisa menyanyi seperti sedia kala. Sampai suatu malam ayahnya bermimpi ketemu seseorang dan berkata;
"سيعود صوتك ولكن لا تغنى إلا للرسول صلى الله عليه وسلم"
“Suaramu akan balik lagi seperti semula,
akan tetapi jangan menyanyi kecuali hanya untuk menyanjung Rasulullah Muhammad Saw.”
Bangun dari tidur, benar saja suaranya kembali seperti sedia kala. Sejak itu pulalah, ia habiskan segalanya hanya untuk memuji kanjeng nabi. Terlibang begitu produktif, karena sampai menggubah lebih dari 600 Madaih Nabi. Itulah sebabnya ia dijuluki “Maddahin-Nabi”, saking gandrungnya. Bahkan pernah diundang oleh Presiden Gamal Abdul Nasser untuk menyanyi pada satu acara kenegaraan. Muhammad Kahlawi dengan terpaksa menolak permintaan sang presiden, karena temanya bukan tentang kanjeng nabi. Walaupun setengahnya agak menyesal. Lantaran ia merupakan seorang “Nasserist” yang begitu mengidolakan seorang Gamal.
Uniknya lagi, tiap kali mau merilis lagu baru, terlebih dulu menyempatkan sowan ke makam Sayyidina Husein RA., Sayyidan Zaenab RA., Ibnu Athaillah As-Sakandari dan makam-makam ahlul-bait lainnya. Baginya, nyanyian spiritual yang ia karang, tidak lain karena adanya “idzin” dari Allah Swt.. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk berziarah kepada para Ahlul-bait nabi, minimal sholat dua rakaat di masjidnya, sebagai wujud syukur.
*
Kembali lagi ke Abhlah. Suami Ablah Kahlawi juga bukan orang sembarangan. Seorang pejuang perang, yaitu; MayJend. Mohamed Yasin Basyouni, Engineer dengan tugas-tugas khusus dan rahasia berkaitan dengan pengadaan alutsista militer Mesir.
Namun, akhirnya Syahid di Medan tempur pada perang 6-Oktober 1973 melawan Israel. Itulah masa-masa berat dalam menjalani fase hidup Ablah Kahlawi setelah kehilangan sang suami yang amat dicintainya.
Mungkin rasa kehilangan, rasa gundah-gulana, dan duka derita semenjak wafat ayah dan suaminya. Tiada lain ia haturkan kepada baginda nabi. Oleh karenanya, ada banyak sekali deretan kisah ruhiyyah Ablah Kahlawi dengan Nabi, dan sangat masyhur di lingkungan ulama Al-Azhar maupun di tengah masyarakat Mesir.
Misalnya, ada satu kisah bagaimana baginda nabi menegur Syeikh Prof. Dr. Umar Hasyim (Pakar Hadist yang waktu itu menjabat sebagai rektor Al-Azhar) melalui Ablah Kahlawi, dan itu diketahui oleh para ulama sepuh Al-Azhar, seperti Syeikh Taha Kresya, Syeikh Sya’rawi dan lainnya. Lantaran Syeikh Umar Hasyim, saat menjadi rektor di Al-Azhar, dirasa kurang memudahkan mahasiswanya, demikian juga keputusan-keputusan penting lainnya. Sejak adanya teguran yang disampaikan Ablah, Syeikh Umar Hasyim langsung mempermudah segala urusan terkait mahasiwa maupun urusan terkait Al-Azhar.
Satu lagi cerita unik, suatu hari Ablah pernah sakit, sempat akan dioperasi karena ada masalah kesehatan. Waktu operasi sudah di atur, segala keperluan administrasinya pun sudah. Namun sehari sebelum operasi. Ablah pada satu ceritanya, mengatakan bahwa baginda nabi hadir dalam mimpinya dan mengusap wajah Ablah. Nah, sesampainya di rumah sakit, secara ajaib saat didiagnosa untuk sekali lagi sebelum akhirnya dioperasi. Hilang seketika. Dokter dan perawat yang hendak melakukan operasi pun heran dibuatnya.
Inilah satu dari sekian banyak kisah sayangnya baginda nabi kepada Syeikhah Ablah Kahlawi.
*
Baca selanjutnya... {Lihat Pin Kolom Komentar}
Информация по комментариям в разработке