Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
SURYA.CO.ID - Pembanguan jalan mulai dari Simpang Empat Kepanjen menuju ke Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menuai polemik. Sebab, ada perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan rumah atau tempat usaha milik warga.
Ketika wartawan SuryaMalang.com mendatangi lokasi, Senin (15/12/2025) memang benar apa yang terjadi seperti yang viral di media sosial. Ruas jalan yang dilakukan peninggian itu mulai dari perlintasan Kereta Api (KA) di Jalan Suprapto, Kelurahan Cepokomulyo sampai 100 meter ke selatan.
Ketinggian badan jalan yang diurug itu mencapai 1 meter lebih atau setinggi pinggang orang dewasa. Akibatnya, beberapa rumah atau pertokoan yang ada di sisi barat pun terdampak.
"Ini sudah lima harian dibangun, ya keadannya seperti ini," kata Supeno tukang tambal bang di area tersebut.
Lebih dari lima pertokoan atau usaha milik warga yang terdampak proyek tersebut. Mereka mengeluhkan akses keluar masuk dari badan jalan ke pertokoan.
"Sebelumnya ini (jalan) ya sejajar sama halaman rumah," tegasnya.
Agar usahanya tetap berjalan di tengah pembangunan proyek, Supeno pun lebih memilih untuk membuat papan kayu sebagai akses keluar masuk sepeda motor.
Dikatakannya, ia harus merogoh kocek senilai Rp 150 ribu untuk membuat papan kayu. Sebab, dari pihak pelaksana tidak diberi akses sama sekali.
Sama seperti yang terlihat lainnya, warga memilih memasang papan seadanya sebagai akses jalan. Namun ada beberapa yang memilih tidak memasang.
Selain keluhan itu, pedagang di lokasi juga mengeluh soal turunnya omzet. Bahkan, pedagang nasi goreng di dekat Supeno memilih untuk tidak berjualan.
"Sejak dibangun itu saya sudah nggak jualan. Kalau ada pembangunan gini ya libur dulu," ujar Joyo warga Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen.
Sementara itu, toko parfum yang ada di sekitar lokasi mengaku mengalami penurunan omzet hampir 50 persen. Jika biasanya dalam sehari toko tersebut mampu mendapatkan omzet Rp 1 juta/hari, kini tinggal Rp 400 ribu/hari.
"Kalau tinggi (jalan) kayak gini orang mau berenti (toko parfum) juga susah, parkir di pinggir jalan juga bikin macet," ucap perempuan yang tak ingin disebutkan namanya itu.
Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Peningkatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM), Anita Aulia Sari menyampaikan bahwa pembangunan jalan dari simpang empat Kepanjen sampai Desa Mangunrejo merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Pembangunan jalan ini merupakan bantuan Program (Inpres Jalan Daerah) IJD untuk Pemkab Malang dari kementrian PU. Sehingga dari mulai penganggaran, pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan semua dilaksanaan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)," ucap Anita saat dikonfirmasi.
Dirinya menyebutkan jika pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan perencanaan teknis untuk meningkatkan kualitas struktur jalan, keselamatan pengguna jalan, serta memperbaiki fungsi drainase.
Menyikapi adanya perbedaan ketinggian antara badan jalan dengan rumah dan tempat usaha warga, akan dilakukan penyesuaian teknis di lapangan.
Anita menyebutkan, penyesuaian tersebut meliputi antara pembuatan akses masuk (oprit/kemiringan bertahap) pada titik-titik tertentu. Kemudian pengaturan kemiringan permukaan dan bahu jalan agar aliran air hujan tetap mengarah ke saluran drainase dan tidak masuk ke halaman atau bangunan warga.
"Seluruh pekerjaan dan penyesuaian tersebut dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku. Serta kan terus dievaluasi agar manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," pungkasnya.(isn)
VP: Rizky
Reporter: Lu'lu'ul Isnainiyah
Host: Heftys
Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!
https://whatsapp.com/channel/0029VaUt...
Website:
https://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
/ suryaonline
Facebook:
/ suryaonline
YOUTUBE
/ @tribunnewssurya
#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA
Информация по комментариям в разработке