BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Barabai, menggelar Jamrana atau LP3 yang ke-XVI di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Putra, Jalan Murakata, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (27/1/2020).
Acara ini digelar dari Senin (27/1/2020) hingga Jumat (31/1/2020). Uniknya dalam pagelaran ini dipenuhi dengan karakter animasi asal Jepang, Doraemon.
Bahkan, karakter Doraemon, Nobita, Dorami, Sizuka, Gian, dan Tzuneo dibentuk mengenakan seragam pramuka. Tak hanya itu, agar tak mengindahkan kesan Islami, karakter Sizuka dibentuk menggunakan hijab.
Seluruh ornamen pada Jamrana kali ini, juga dibentuk seperti di Negeri Sakura, Jepang.
Ada 1102 santri dan santriwati yang ikut. Yang terdiri dari siswa Tsanawiyah, Aliyah, dan SMK baik putra dan putri.
Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Barabai, Elisa Hayatun, membeberkan, maskot dan logo setiap tahunnya berubah. Tahun lalu ikon Jamrana adalah Donald Bebek. Tahun ini pihaknya mengambil karakter Doraemon.
Dibeberkannya, karakter Doraemon digambar langsung oleh santri.
Mengapa Doraemon menjadi ikon? Menurutnya, Doraemon merupakan jiwa yang suka menolong. Dengan harapan santri akan memiliki sikap empati terhadap lingkungan dan menyaring apa yang baik dan yang tidak.
Selain itu, menurutnya Jepang identik dengan orang-orang yang ulet tekun. "Itu sisi positif yang kami tonjolkan," ujarnya.
Jepang identik, ulet dan tekun membawa jiwa doraemon karakter ke anak-anak. Sisi positif.
Dikatakannya, Jamrana ini digelar untuk menumbuhkan jiwa kompetitif siswa.
Menurutnya, jiwa kompetitif penting diasah agar siswa tidak menjadi generasi yang berdiam diri. Selain itu, menumbuhkan kreativitas dalam berbagai bidang.
Mulai dari bahasa, seni, dan teknologi. "Artinya kemampuan santri akan tergali. Ada yang pintar menggambar tersalurkan, ada yang ibaratnya berbakat jadi polisi dan tentara tersalurkan. Serta berbagai kemampuan lainnya," katanya.
Ada berbagai lomba yang digelar dalam lomba ini, mulai dari membuat kreasi tenda inovasi sendiri, membangun gapura moderen, membangun spot icon, pionering, tri satya, mengarang Bahasa Indonesia,tilawah dan tartil, teknologi tepat guna, English drama broadcasting, membuat komik, memasak, fathul kamus, serta lomba lainnya.
"Disini kami menggunakan dua bahasa Arab dan Inggris. Kalau Bahasa Indonesia hanya untuk siswa baru. Itu pun hanya tiga bulan pertama. Tiga bulan selanjutnya berbahasa Arab dan Inggris selang seling. Namun, boleh menggunakan Bahasa Indoensia. Setelah itu hanya ada dua bahasa di sini," katanya.
"Ini acara besar pondok pesantren. Yang membantu banyak dari alumnus," katanya.
Wakil Ketua Panita atau Mobikori, Noviea Herliyani, mengatakan untuk menggelar Jamrana dengan ikon seperti ini diperlukan waktu selama satu bulan.
"Ini juga dukungan alumni," katanya.
Sementara itu, Pemimpin Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Barabai, KH Hasan Basuni, membeberkan kegiatan ini digelar saban tahun.
Tujuannya, agar anak dapat lebih aktif dan mampu bersaing.
"Kegiatan ini sangat membanggakan kami. Kami berharap hingga selesai nanti kegiatan berlangsung tanpa kendala," bebernya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
Информация по комментариям в разработке