Kutu akar putih atau root mealybugs (Rhizoecus hibisci) adalah spesies kutu putih/mealybugs yang dapat hidup di permukaan tanah & mencari makan melalui akar tanaman. Kelompok spesies ini disebut juga soil mealybugs. Genus yang tergolong kutu akar antara lain Geococcus, Rhizoecus, Xenococcus, Chorizococcus, Spilococcus, Spinococcus & Chnaurocoxcus.
Serangan kutu akar putih sama sekali tidak terdeteksi karena lokasi serangan terletak di dalam media & populasi berkembang lambat. Kutu dapat teramati ketika kutu berkumpul membentuk kelompok besar berwarna putih seperti kapas pada akar. Kelompok kutu putih ini berisi kutu betina dewasa & telur. Kutu berbentuk oval seperti butiran beras putih & ada juga yang bertepung dengan panjang 1 - 5 mm.
Tanaman yang terserang dapat mengalami hambatan pertumbuhan disertai daun menguning (klorosis). Tanaman yang menunjukkan gejala serangan kutu akar putih dapat dilihat pada akarnya. Cara lain untuk mengetahui tanaman terserang kutu putih dengan mencabut akar tanaman. Biasanya tanaman yang ada dalam satu pot juga mengalami serangan kutu. Serangan yang berat dapat mampu mematikan tanaman. Kutu akar putih ini mudah berkembang biak. Air mengalir dapat menjadi media penyebaran. Satu tanaman dalam satu wadah yang sama dapat terserang kutu jika salah satu terinfeksi. Sebaiknya wadah yang terinfeksi jangan digunakan. Gunakanlah wadah yang baru & steril dari kutu akar.
Beberapa bahan & cara yang digunakan mencegah & mengatasi kutu akar antara lain:
1. Menggunakan Diatomaceous Eart, yaitu bahan yang berasal dari rangka diatom, alga mikroskopik yang bersifat intert, tidak mudah menguap & terbukti efektif mengatasi beberapa serangga hama.
2. Perendaman air panas 49°C selama 15 menit
3. Menggunakan insektisida cair, dikocor atau di rendam. Bisa menggunakan Chlorophyrphos (Dursban), Imidacloprid (Confidor)
4. Insektisida granuler/tabur, contohnya Carbofuran (Furadan) & Dinotefuran (Starklr G).
5. Kapur barus yang mengandung Paradiklorobenze sebagai langkah pencegahan.
6. Menggunakan Entomopatogen, yaitu makhluk renik yang dapat menjadi patogen pada serangga. Contohnya Jamur Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae atau menggunakan bakteri Bacillus thuringiensis, B. Sphaericus, Paenibacillus popiliae, dan bakteri Gram-negatif dari genus Serratia.
Tampak dalam video, kalau diperhatikan cara bergerak kutu akar putih ini tidak konstan. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain sangat perlahan & bebas namun tetap siaga dengan keadaan sekitar. Karena sifat perilaku & karakter kutu akar putih ini sangat "bebas" menerabas segala batas, sehingga penyebarannya pun sangat cepat. Kutu akar putih ini sering terlihat di permukaan tanah, di dalam tanah sekitar akar tanaman. Kutu ini juga suka berada di kebun buah-buahan (di pohon buah mangga, jeruk, jambu air, jambu agung, jambu kristal, jambu burung, ginalun, nangka, tiwadak, pempaken, durian, kelapa, belimbing, pisang, maritam, rambutan, salak dan pohon buah lainnya yang beraroma manis & menyengat. Selain itu, Kutu akar putih ini juga doyan blusukan di kebun sayur-sayuran seperti sayur bayam, pandan, kangkung, susupan, buah lombok/cabe, singkong, tomat, pare, jahe, kunyit, kencur, laos, serai, blungkasua, waluh, kacang tanah, kacang panjang, balewah, gambas, dan lain sebagainya.
Judul video 🎬 Kutu Akar Putih (Rhizoecus hibisci) ~ Ketika Berada Di Akar Tanaman Dan Serasah Kayu Lapuk Basah. Lokasi 🌎 Palangkaraya - Indonesia. Camera 📹 Action Cam. Kontak saya via email ✉ nborneo62@gmail.com. Thank you for watching!!!. Don't forget to like and subscribe!!!.
Salam,
Ni Nandra Bornero
.
Original Video & Documentation by Ni Nandra Bornero - 2021
Информация по комментариям в разработке