Suasana hangat terasa saat tim kami berkunjung ke kediaman Bapak Parmintoyo, salah satu saudara tua Persaudaraan "Setia-Hati" Winongo Tunas Muda (PSHW-TM) di Jiwan, Madiun. Dengan ramah, beliau menyambut sembari mulai bercerita tentang perjalanan hidupnya bersama ajaran-ajaran luhur SH yang masih ia pegang teguh hingga hari ini.
Menurut Parmintoyo, inti dari ajaran "S-H" adalah persaudaraan yang tak pernah putus. Baginya, persaudaraan dalam "S-H" bukanlah ikatan sementara, melainkan seumur hidup. beliau menuturkan Di sini tidak ada istilah keluar. Sekali bersaudara, selamanya tetap bersaudara.
Beliau kemudian menuturkan perkembangan "S-H" di Jiwan dan sekitarnya. Menurutnya, "S-H berkembang dengan sangat cair, menyatu dengan masyarakat tanpa sekat. Latihan rutin pencak silat, lanjutnya, menjadi salah satu kunci agar setiap tujuan bisa tercapai. “Disini tidak ada paksaan, tidak ada tekanan. Semua kembali pada niat. Siapa yang sungguh-sungguh mencari, siapa yang sabar dan telaten, dialah yang akan merasakan hasilnya. Ilmu itu tidak datang begitu saja, harus digali dengan kesabaran, ketekunan, dan semangat yang berapi-api,” tutur Parmintoyo.
Lebih jauh, beliau juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Dalam pandangannya, silaturahmi bukan hanya sekadar tradisi, tapi napas dari sebuah persaudaraan. “Jangan pernah membeda-bedakan antar sesama. Mau miskin, kaya, pandai, atau sederhana, semuanya sama. Itulah yang dulu selalu ditekankan oleh bapak pengasuh, almarhum H.R. Soewarno,” ujarnya.
Kenangan bersama sang guru pun tak bisa dilepaskan dari kisah hidupnya. Setiap hari Minggu, Parmintoyo muda rela mengayuh sepeda demi bisa belajar langsung dari almarhum H.R. Soewarno. Perjalanan itu baginya bukan beban, melainkan sebuah kebahagiaan. menurutnya, Sebelum latihan fisik dimulai,Bapak Pengasuh selalu memberi petuah. Dan yang membuat kagum, Bapak Pengasuh tak hanya mengajarkan lewat kata-kata, tetapi dengan contoh nyata. Misalnya sholat sunah, beliau kerjakan bukan untuk dilihat orang, tapi sebagai teladan.
Bagi beliau, sosok H.R. Soewarno adalah gambaran seorang guru sejati—sabar, sederhana, namun penuh keteladanan. Nilai-nilai itulah yang terus hidup hingga kini, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam tubuh "S-H".
Wawancara bersama Bapak Parmintoyo ini menjadi pengingat bahwa ajaran "S-H" bukan sekadar tentang gerakan pencak silat. Lebih dari itu, "S-H" adalah perjalanan hidup yang mengajarkan arti persaudaraan, kesabaran, serta keteladanan yang akan selalu relevan di tengah masyarakat.
https://www.facebook.com/profile.php?...
/ mediapusat_pshwtmindonesia
Информация по комментариям в разработке