• Reringgitan Dalam Ketupat
Reringgitan Dalam Ketupat
#JenisJenisKetupatDanFungsinya
#ReringgitanDalamKetupat
#BentukFungsiDanMaknaSetiapKetipat
Bagi umat Hindu di Bali, acapkali mendengar kata tuas, metuasan, tetuasan yang berasal dari kata tuas yang makna konotatifnya berarti tulus, sebagai sarana menyampaikan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain kata tetuasan, juga dikenal istilah reringgitan, bergerigi terkait dengan bentuk-bentuk kreasi kususnya pada janur dan sejenisnya, untuk keperluan ritual. Arti konotasinya adalah penyatuan “Yoga atau Yuj” yang artinya menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui sarana yang dibuat atas dasar Yoga, penuh konsentrasi ini, umat Hindu ingin mendekatkan diri dengan Tuhan. Dalam tradisi Bali yang didasarkan pada lontar Yadnya Prakerthi dan lontar Upa Rengganing Yadnya dikenal 10 (sepuluh) jenis patra yang semuanya mengandung tetuasan atau reringgitan. Kesepuluh jenis reringgita itu adalah sebagai berikut. [1] Patra bun, berbelit-belit saling tindih, biasanya diwujudkan dalam bentuk anyaman seperti berbagai jenis ketupat. [2] Patra simbar, simbol permohonan kekuatan widya, seperti sampyan jerimpen dan sampyan nasa sari. [3] Patra Teja, wujud pijaran sinar widya, diwujudkan seperti dalam sampyan pusung, sampyan pengambyan, sampyan urasari. [4] Patra Trikona, simbol Uttpati-Stiti-Pralina diwujudkan dalam bentuk celemik, tangkih, ituk-ituk. [5] Patra Lingga, simbol kedirgayusan diwijudkan dalam sampyang pengambyan, sampyan dapetan. [6] Patra Yoni, Asta dala, bermakna keseimbangan bhuana agung dan bhuana alit diwujudkan dalam bentuk sampyan plaus, sampyan naga sari, sampayan panyambutan. [7] Patra Wahana, sebagai wujud permohonan kekuatan pelindung atau memohon perlindungan dibuat dalam bentuk sat-sat, porosan, tampelan, lamak, dan tamiang. [8] Patra Murti sebagai sarana permohonan kekuatan kesucian dan charisma, diwujudkan dalam semua bentuk lis, kelompok orti, dan sampyan gantung. [9] Patra mungkur sebagai sarana permohonan kekuatan keindahan dan keagungan, seperti sampyang kapit udang, sampyan kwangi, bentuk cili. [10] Patra boga, sebagai sarana permohonan amertha (urip muang pejah), seperti tulung, selanggi, tegog, takir, tekor. Lalu ketipat yang selama ini kita buat termasuk ke dalam patra yang mana? Berbagai jenis ketupat yang dikenal sehari-hari maupun dibuat untuk kepentingan upacara, termasuk ke dalam patra bun, semua ketupat dibuat berbelit-belit dan saling tindih. Menelisik anyaman yang ada pada ketupat, maka dapat dkategorikan sebagai berikut. 1] ketipak pengambean, yang fungsinya sebagai penentu suatu banten dapat disebut dengan banten pengambean. 2] ketipat bekel atau ketipat nasi, umum dibuat untuk makanan. 3] Ketipat sirikan, berbentuk jajaran genjang. 3] Ketpat bagia, bentuknya bulat yang biasanya diisi gelang benang hitan digunakan pada bayi tujuannya agar hidup sang bayi bahagia. 4] Ketipat kukur, berbentuk seperti burung, di dalam lis kereb bale gading sebagai unsur esensial karena diyakini sebagai suatu yang dapat menerbangkan permohonan kita yang melaksanakan yadnya. 5] Ketipat sida purna, bentuknya menyerupai ketipat kukur, tetapi ekornya lebih besar dan kepala lebih kecil. Ketupat ini dibuat tatkala membuat sesayut sida purna dan panca yadnya. 6] Ketipat sari, bentuknya agak lancit, biasanya digunakan dalam pejati. 7] Ketipat gong, yang diaturkan pada setiap upacara mantenin gong atau juga ketika dilaksanakan odalan di uluning pangkung dan tempat yang terkesan magis dan angker. 8] Ketipat Panca Pendawa, digunakan dalam banten penyambutan, untuk memohon agar menjadi insan yang welas asih sebagaimana diwujudkan oleh keluarga Panca Pendawa. 9] Ketipat lojor atau ketipat kepel, sebagai simbol kekuatan symbol Sang Hyang Bayu. 10] Ketipat lepet, digunakan upacara memohon agar padi berhasil. 11] Ketipat Dampulan, yang terdiri atas dua jenis, yakni ketupat dampulan laki-laki dan ketupat dampulan Perempuan.
Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh Yudha Triguna melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu.
Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe
https://www.youtube.com/channel/UCB5R
Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna
Информация по комментариям в разработке